<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>TNI AL &#8211; Harian Pelita</title>
	<atom:link href="https://harianpelita.id/tag/tni-al/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://harianpelita.id</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 22 Apr 2026 01:55:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>
	<item>
		<title>Kopassus Bantah Ada Insiden &#8220;Tampar&#8221; dengan Pihak Protokoler Istana, Itu Hoaks</title>
		<link>https://harianpelita.id/militer/tnipolri/kopassus-bantah-ada-insiden-tampar-dengan-pihak-protokoler-istana-itu-hoaks/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/militer/tnipolri/kopassus-bantah-ada-insiden-tampar-dengan-pihak-protokoler-istana-itu-hoaks/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Apr 2026 01:55:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tni - Polri]]></category>
		<category><![CDATA[Kopassus]]></category>
		<category><![CDATA[Penkopassus]]></category>
		<category><![CDATA[TNI AD]]></category>
		<category><![CDATA[TNI AL]]></category>
		<category><![CDATA[TNI AU]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=86694</guid>

					<description><![CDATA[HARIAN PELITA &#8212; Komando Pasukan Khusus (Kopassus) membantah kabar adanya isu insiden antara Panglima Kopassus Letjen TNI Djon Afriandi menampar seseorang dari pihak protokoler Istana. Bantahan ini dirilis oleh Penerangan Kopassus melalui akun Instagram penkopassus pada Selasa (21/4/2026). Menurut bantahan itu mengingatkan agar waspada sedang beredar kabar bohong menyeret nama petinggi TNI dan lingkungan Istana, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p><strong>HARIAN PELITA &#8212; </strong>Komando Pasukan Khusus (Kopassus) membantah kabar adanya isu insiden antara Panglima Kopassus Letjen TNI Djon Afriandi menampar seseorang dari pihak protokoler Istana.</p>



<p>Bantahan ini dirilis oleh Penerangan Kopassus melalui akun Instagram penkopassus pada Selasa (21/4/2026).</p>



<p>Menurut bantahan itu mengingatkan agar waspada sedang beredar kabar bohong menyeret nama petinggi TNI dan lingkungan Istana, narasi ini mengeklaim adanya keributan Pangkopassus dan pihak protokoler,&#8221; demikian keterangan dikutip dari akun Instagram Penkopassus.</p>



<p>Dalam unggahan itu, Penerangan Kopassus juga menyertakan konten yang viral dan memberi label hoaks serta fake news.</p>



<p>Penerangan Kopassus menilai informasi tersebut sengaja disebarkan pihak tertentu untuk memecah belah bangsa. Penerangan Kopassus juga menyatakan tidak ada bukti valid yang mendukung isu tersebut.</p>



<p>Faktanya ini hanyalah karangan yang tidak memiliki bukti valid, informasi ini sengaja disebar untk menciptakan kegaduhan dan memecah soliditas internal institusi negara,&#8221; ujar Penerangan Kopassus.</p>



<p>Di media sosial beredar narasi yang menyebut Panglima Kopassus Letjen TNI Djon Afriandi menggampar seseorang dari pihak protokoler Istana. ●<strong>Redaksi/HP</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/militer/tnipolri/kopassus-bantah-ada-insiden-tampar-dengan-pihak-protokoler-istana-itu-hoaks/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>HUT TNI AU, Pesawat Kepresidenan Dikawal Empat F-16 dan Dua T50 Golden Eagle</title>
		<link>https://harianpelita.id/militer/tnipolri/hut-tni-au-pesawat-kepresidenan-dikawal-empat-f-16-dan-dua-t50-golden-eagle/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/militer/tnipolri/hut-tni-au-pesawat-kepresidenan-dikawal-empat-f-16-dan-dua-t50-golden-eagle/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Apr 2026 04:01:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tni - Polri]]></category>
		<category><![CDATA[Kadispenad]]></category>
		<category><![CDATA[Kadispenal]]></category>
		<category><![CDATA[Kadispenau]]></category>
		<category><![CDATA[Pusat penerangan TNI]]></category>
		<category><![CDATA[TNI]]></category>
		<category><![CDATA[TNI AD]]></category>
		<category><![CDATA[TNI AL]]></category>
		<category><![CDATA[TNI Angkatan Udara]]></category>
		<category><![CDATA[TNI AU]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=86213</guid>

					<description><![CDATA[HARIAN PELITA &#8212; Ada yang berbeda dalam kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke Magelang, Kamis (09/04/2026) kemarin. Pesawat Kepresidenan membawa Presiden Prabowo Subianto dari Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta menuju Pangkalan Udara Adisutjipto, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta mendapat pengawalan udara dari Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU). Dalam penerbangan tersebut, pesawat kepresidenan mendapat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p><strong>HARIAN PELITA &#8212; </strong>Ada yang berbeda dalam kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke Magelang, Kamis (09/04/2026) kemarin.</p>



<p>Pesawat Kepresidenan membawa Presiden Prabowo Subianto dari Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta menuju Pangkalan Udara Adisutjipto, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta mendapat pengawalan udara dari Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU).</p>



<p>Dalam penerbangan tersebut, pesawat kepresidenan mendapat pengawalan empat pesawat tempur F-16 Fighting Falcon dan dua pesawat KAI T-50 Golden Eagle.</p>



<p>Momentum pengawalan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 TNI AU.</p>



<p>Presiden Prabowo menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada seluruh prajurit TNI AU dari dalam pesawat kepresidenan. Presiden juga menegaskan kebanggaannya atas dedikasi dan semangat prajurit udara Indonesia.</p>



<p>Dari kokpit pesawat pengawalan, penerbang TNI AU turut menyampaikan rasa hormat dan apresiasi kepada Presiden atas dukungan terhadap penguatan dan modernisasi pertahanan udara nasional. ●<strong>Redaksi/BPMI Setpres</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/militer/tnipolri/hut-tni-au-pesawat-kepresidenan-dikawal-empat-f-16-dan-dua-t50-golden-eagle/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Nobatkan TNI AL Angkatan Laut Terkuat Nomor 4 di Dunia, Disorot Media AS</title>
		<link>https://harianpelita.id/militer/tnipolri/nobatkan-tni-al-angkatan-laut-terkuat-nomor-4-di-dunia-disorot-media-as/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/militer/tnipolri/nobatkan-tni-al-angkatan-laut-terkuat-nomor-4-di-dunia-disorot-media-as/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 31 Dec 2025 09:56:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tni - Polri]]></category>
		<category><![CDATA[Kapuspenal]]></category>
		<category><![CDATA[Pusat penerangan TNI]]></category>
		<category><![CDATA[Puspen TNI]]></category>
		<category><![CDATA[Puspenal]]></category>
		<category><![CDATA[TNI AL]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=82497</guid>

					<description><![CDATA[HARIAN PELITA &#8212; Media pertahanan Amerika Serikat kembali menyoroti lonjakan kekuatan militer Indonesia, secara mengejutkan menempatkan TNI Angkatan Laut (TNI AL) sebagai kekuatan tempur laut terbesar keempat di dunia. Peringkat ini, yang umumnya didasarkan pada kuantitas armada aktif, memicu analisis mendalam bahwa Indonesia tengah meninggalkan doktrin pertahanan pantai semata. Media AS mencurigai bahwa Jakarta sedang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p><strong>HARIAN PELITA &#8212;</strong> Media pertahanan Amerika Serikat kembali menyoroti lonjakan kekuatan militer Indonesia, secara mengejutkan menempatkan TNI Angkatan Laut (TNI AL) sebagai kekuatan tempur laut terbesar keempat di dunia.</p>



<p>Peringkat ini, yang umumnya didasarkan pada kuantitas armada aktif, memicu analisis mendalam bahwa Indonesia tengah meninggalkan doktrin pertahanan pantai semata.</p>



<p>Media AS mencurigai bahwa Jakarta sedang menyusun langkah strategis untuk mewujudkan postur Blue Water Navy—sebuah angkatan laut yang mampu memproyeksikan kekuatan hingga ke samudra lepas dan perairan global.</p>



<p>Kecurigaan ini semakin menguat dengan munculnya narasi mengenai aset strategis yang disebut sebagai KRI Balaputradewa. Keberadaan atau rencana terkait kapal ini dianggap sebagai sinyalemen kuat bahwa Indonesia sedang mempersiapkan armada pemukul jarak jauh yang serius.</p>



<p>Transisi menuju Blue Water Navy memungkinkan Indonesia tidak hanya menjaga wilayah teritorial, tetapi juga melakukan operasi militer berkelanjutan di perairan internasional.</p>



<p>Jika analisis ini akurat, modernisasi alutsista yang masif ini membuktikan bahwa Indonesia bersiap mengambil peran dominan dalam menghadapi dinamika geopolitik Indo-Pasifik yang kian memanas, sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai poros maritim dunia yang sesungguhnya. ●<strong>Redaksi/Sumber TNI AL</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/militer/tnipolri/nobatkan-tni-al-angkatan-laut-terkuat-nomor-4-di-dunia-disorot-media-as/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>TNI AL Tangkap Dua Kapal Pengangkut Nikel Tanpa Izin di Perairan Konawe Utara</title>
		<link>https://harianpelita.id/militer/tnipolri/tni-al-tangkap-dua-kapal-pengangkut-nikel-tanpa-izin-di-perairan-konawe-utara/</link>
					<comments>https://harianpelita.id/militer/tnipolri/tni-al-tangkap-dua-kapal-pengangkut-nikel-tanpa-izin-di-perairan-konawe-utara/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Nov 2025 11:00:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tni - Polri]]></category>
		<category><![CDATA[TNI]]></category>
		<category><![CDATA[TNI AL]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://harianpelita.id/?p=81222</guid>

					<description><![CDATA[HARIAN PELITA &#8212; Operasi tangkap-menangkap yang dilakukan oleh unsur TNI Angkatan Laut (TNI AL) berhasil menghentikan dua kapal pengangkut nikel diduga melanggar regulasi maritim dan pertambangan. Peristiwa itu terjadi di Perairan Mandiodo, Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara pada Selasa (25/11/2025) lalu seperti dikutip dari TNI AL. Kapal pertama yakni TB Prima Mulia 06 (TK [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class='booster-block booster-read-block'></div>
<p><strong>HARIAN PELITA &#8212; </strong>Operasi tangkap-menangkap yang dilakukan oleh unsur TNI Angkatan Laut (TNI AL) berhasil menghentikan dua kapal pengangkut nikel diduga melanggar regulasi maritim dan pertambangan.</p>



<p>Peristiwa itu terjadi di Perairan Mandiodo, Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara pada Selasa (25/11/2025) lalu seperti dikutip dari TNI AL.</p>



<p>Kapal pertama yakni TB Prima Mulia 06 (TK Prima Sejati 308) milik PT Prima Mulia Jaya dengan awak 10 WNI dinakhodai oknum berinisial A.</p>



<p>Kapal ini membawa ore nikel dari PT Dwimitra Multiguna Sejahtera (DMS) dengan tujuan PT IMIP Morowali.</p>



<p>Kapal kedua, TB Nusantara 3303 (TK Graham 3303) dengan 10 ABK dan nakhoda RM, juga mengangkut muatan dari DMS ke IMIP.</p>



<p>Menurut rilis dari TNI AL, kapal-kapal tersebut melakukan beberapa pelanggaran serius: pertama, pengapalan dari jetty milik DMS yang sedang disegel oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) karena penyalahgunaan ruang laut.</p>



<p>Kedua, kapal bergerak ke titik lego jangkar tanpa dilengkapi Surat Persetujuan Olah Gerak (SPOG), dan tercatat bahwa nakhoda tidak berada di atas kapal saat olah gerak berlangsung. Ketiga, muatan dan dokumen kapal tidak lengkap, yang melanggar sejumlah regulasi:</p>



<p>Undang‑Undang No4 Tahun 2009 tentang Minerba, Undang‑Undang No. 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran dan Undang‑Undang No. 3 Tahun 2020 Pasal 158.</p>



<p>Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama Tunggul menyatakan bahwa penangkapan ini menunjukkan kesiapan TNI AL dalam menegakkan kedaulatan maritim:</p>



<p>“Operasi dengan KRI Bung Hatta-370 ini adalah bukti nyata bahwa instruksi pimpinan tidak hanya berhenti pada tataran wacana, tetapi diimplementasikan secara riil di lapangan.”. ●Redaksi/TNI AL/09</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://harianpelita.id/militer/tnipolri/tni-al-tangkap-dua-kapal-pengangkut-nikel-tanpa-izin-di-perairan-konawe-utara/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
