Tingkatkan Layanan Dirlantas Resmikan Pengoperasian Lift di Gakkum Ditlantas PMJ
HARIAN PELITA — Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya, Brigjen Pol Komarudin, meresmikan pengoperasian fasilitas lift hibah dari PT Media Indra Buana di Gedung Penegakan Hukum (Gakkum) Ditlantas Polda Metro Jaya, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (16/7/2026).
Peresmian tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan sarana dan prasarana guna mendukung pelayanan serta aktivitas kerja personel Ditlantas Polda Metro Jaya.
Brigjen Komarudin menyampaikan apresiasi atas hibah yang diberikan. Menurutnya, tambahan fasilitas tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang kelancaran aktivitas kerja sehari-hari.
“Tentunya dengan adanya tambahan fasilitas ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin guna melancarkan aktivitas kerja rutin,” ujar Komarudin.
Komarudin juga mengenang kondisi Gedung Gakkum sebelum dilakukan pembenahan. Ia menjelaskan, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya memiliki sekitar 3.600 personel yang harus melayani aktivitas masyarakat Jakarta dengan jumlah kendaraan yang terus meningkat.
“Setahun yang lalu kami berbagi aktivitas dengan jumlah personel sekitar 3.600 anggota. Sementara pertumbuhan kendaraan di Jakarta sangat luar biasa. Tercatat kendaraan berpelat B hingga awal tahun ini hampir menembus angka 25 juta unit. Jika diasumsikan hanya 10 persen saja yang bergerak setiap hari, berarti sekitar 2,5 juta kendaraan beraktivitas dari pagi hingga malam. Dengan jumlah personel yang kami miliki, tentu masih sangat kurang untuk melayani seluruh aktivitas masyarakat Jakarta,” katanya.
Komarudin mengungkapkan, Gedung Gakkum dahulu dikenal sebagai kantor yang identik dengan penindakan pelanggaran lalu lintas dan penanganan kecelakaan.
“Dulu kantor ini identik dengan penegakan hukum. Yang datang ke sini biasanya masyarakat yang terkena tilang atau yang terlibat kecelakaan lalu lintas,” ujarnya.
Ia bahkan menceritakan suasana Gedung Gakkum pada masa lalu yang menurutnya cukup menyeramkan karena dipenuhi barang bukti kecelakaan lalu lintas.
“Mohon maaf, tempat kita duduk sekarang ini dulu merupakan lokasi penyimpanan barang bukti kecelakaan lalu lintas. Ada helm yang tinggal separuh, kendaraan yang masih berlumuran darah, sehingga suasananya terasa angker. Banyak cerita yang berkembang di kalangan anggota mengenai tempat ini. Dulu memang dikenal sebagai kantor yang paling menyeramkan,” tutur Komarudin.
Namun, kondisi tersebut kini telah berubah. Seiring meningkatnya pelayanan berbasis elektronik dan berbagai upaya peningkatan keselamatan berlalu lintas, aktivitas di Gedung Gakkum tidak lagi seramai dulu.
Ke depan, Ditlantas Polda Metro Jaya juga berencana melakukan penataan dan renovasi sejumlah bagian Gedung Gakkum agar menjadi lebih nyaman dan representatif. ●Redaksi/IA
