2026-07-26 23:52

Bupati Lotim: “Tak Ada Kemajuan Daerah Tanpa Kehadiran Dokter”

Share

HARIAN PELITA — Pembangunan fisik dan ekonomi di Kabupaten Lombok Timur dinilai tak akan pernah terwujud tanpa kepastian kesehatan masyarakatnya. Dibalik kondisi warga yang sehat, ada ribuan jam kerja penuh dedikasi dari para tenaga medis bersiaga tanpa kenal waktu.

Pesan kuat tersebut ditegaskan Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, saat menghadiri Puncak Hari Bakti Dokter Indonesia (HBDI) ke-118 di Lapangan Tugu, Selong, Ahad (26/07/2026).

Dihadapan ratusan dokter dan tenaga kesehatan, Bupati secara terbuka memberikan penghormatan tinggi atas pengabdian profesi kedokteran yang kerap menjadi “penjaga napas” pembangunan daerah.

“Tidak akan pernah ada kemajuan, terutama dibidang pembangunan, tanpa adanya dokter. Kita ingin maju dan membangun daerah, tetapi tanpa kondisi masyarakat yang sehat, hal itu tidak akan pernah tercapai,”tegas Bupati Haerul Warisin.

Bupati menyoroti ketangguhan para dokter yang dituntut untuk selalu siap sedia 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Ketika warga biasa menikmati waktu luang dan beristirahat, para medis justru bertaruh waktu merawat orang sakit.

Tak hanya soal keahlian medis, sisi humanis dokter juga kerap menjadi penentu keselamatan jiwa pasien yang berada dititik terendah.

“Sering kali saat pasien berada dalam kondisi putus asa, dorongan optimisme dan perawatan dari dokter mampu mengembalikan senyum serta menyelamatkan banyak jiwa, termasuk anak-anak kita di Lombok Timur,”ungkapnya penuh haru.

Dimomen yang sama, Bupati juga menyampaikan permohonan maaf apabila pemerintah daerah belum mampu memenuhi seluruh fasilitas medis secara sempurna. Namun, ia memuji ketulusan dan keikhlasan para dokter, khususnya para dokter spesialis, yang tak pernah surut melayani meski ditengah keterbatasan fasilitas.

Bukan Sekadar Seremonial: Sasar Stunting hingga Pengobatan Gratis
Mengusung tema “IDI Berkemajuan, Bangsa Sehat dan Sejahtera”, peringatan HBDI ke-118 di Lombok Timur dibuktikan lewat aksi nyata.

Wakil Ketua IDI Provinsi NTB, dr. Putu Diatmika, menegaskan perayaan ini bukanlah ajang pamer kegiatan formalistis belaka.

“HBDI ini bukan sekadar seremonial belaka, sebab para dokter pada hakikatnya telah mengabdikan diri setiap hari. Fokus utama kita ke depan adalah bagaimana terus meningkatkan skill dan kompetensi agar pelayanan untuk warga semakin optimal,”kata dr. Putu.

Senada dengan hal tersebut, Plt. Ketua IDI Lombok Timur, dr. Ade Anugerah, menjelaskan perayaan tahun ini diisi dengan agenda-agenda yang langsung menyentuh kebutuhan vital masyarakat.

“Kami menggelar berbagai aksi sosial, mulai dari bakti sosial percepatan penurunan angka stunting hingga pelayanan pengobatan gratis. Ini wujud bakti nyata kami untuk warga Lombok Timur,”terang dr. Ade.

Kemeriahan HBDI ke-118 diawali dengan jalan sehat massal yang dilepas langsung oleh Bupati Lombok Timur. Ambil titik start didepan Pendopo Bupati, ribuan peserta menyusuri rute protokol Kota Selong sebelum menyemut dipusat kegiatan, Lapangan Tugu. ●Redaksi/Pan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *