2026-07-26 1:25

Meiline Tenardi Bersama KPPB Hadirkan Ruang Refleksi bagi Perempuan, Bahas Kesehatan Mental dan Makna Hidup

Share

HARIAN PELITA — Di tengah tekanan kehidupan modern yang semakin kompleks, kesehatan mental perempuan menjadi isu mendapat perhatian.

Menjawab kebutuhan tersebut, Founder Yayasan Komunitas Perempuan Peduli dan Berbagi (KPPB), Meiline Tenardi, menghadirkan workshop bertajuk “When Life Feels Empty: Finding Meaning, Connection & Yourself Again” sebagai ruang refleksi bagi perempuan untuk menemukan kembali makna hidup, membangun koneksi dengan diri sendiri, serta menjaga kesejahteraan psikologis.

Workshop digelar di Jakarta pada Jumat (24/7/2026) ini diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari profesional, entrepreneur, komunitas, hingga masyarakat umum.

Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi perempuan untuk berhenti sejenak dari rutinitas yang padat dan memberikan ruang bagi diri sendiri di tengah beragam tuntutan kehidupan.

Founder KPPB, Meiline Tenardi mengatakan perempuan modern sering kali menjalankan banyak peran sekaligus, mulai dari pekerja profesional, ibu, istri, anak, hingga aktif di berbagai organisasi. Kesibukan tersebut membuat banyak perempuan lebih fokus memenuhi kebutuhan orang lain dibanding memperhatikan kesehatan mentalnya sendiri.

“Kita terbiasa mengurus keluarga, pekerjaan, bisnis, organisasi, dan begitu banyak tanggung jawab lainnya. Kesibukan membuat kalender kita penuh, tetapi belum tentu mengisi hati dan jiwa kita. Karena itu, sesekali kita juga perlu berhenti sejenak untuk mendengarkan diri sendiri,” ujar Meiline.

Ia menegaskan, workshop ini bukan diperuntukkan bagi perempuan yang sedang mengalami masalah psikologis, melainkan sebagai upaya preventif agar setiap perempuan mampu mengenali dirinya, menjaga kesehatan mental, dan membangun kesejahteraan psikologis sebelum mengalami kelelahan emosional.

“Merawat diri bukan berarti egois. Justru ketika kita mengenal, memahami, dan merawat diri dengan baik, kita akan memiliki kapasitas yang lebih besar untuk hadir bagi keluarga, pekerjaan, maupun lingkungan sekitar,” tambahnya.

Workshop menghadirkan tiga narasumber dari bidang yang berbeda, yakni Senior Clinical Psychologist sekaligus Founder & CEO Personal Growth Ratih Ibrahim, Breathwork Facilitator Ineke Machdi, serta Counselling Practitioner Antaresa Hendita.

Dalam pemaparannya, Ratih Ibrahim menjelaskan bahwa rasa kesepian (loneliness) dan rasa hampa (emptiness) merupakan dua kondisi yang berbeda, meski sering kali saling berkaitan.

“Seseorang bisa memiliki banyak relasi, aktif dalam berbagai aktivitas, tetapi tetap merasa kehilangan makna. Karena itu, hubungan dengan diri sendiri menjadi sama pentingnya dengan hubungan yang kita bangun dengan orang lain,” jelas Ratih.

Sementara itu, Ineke Machdi mengajak peserta memahami pentingnya teknik pernapasan (breathwork) sebagai cara menghubungkan tubuh dan pikiran.

“Tubuh selalu memberikan sinyal ketika kita terlalu lama berada dalam tekanan. Ketika kita kembali bernapas dengan penuh kesadaran, kita sedang memberi kesempatan kepada tubuh untuk kembali merasa aman dan menemukan keseimbangannya,” ungkapnya.

Peserta kemudian mengikuti sesi praktik breathwork yang bertujuan membantu mengurangi ketegangan, meningkatkan kesadaran diri, serta menghadirkan ketenangan dalam kehidupan sehari-hari.

Adapun Antaresa Hendita mengingatkan pentingnya membangun hubungan yang sehat dengan diri sendiri.

“Sering kali perempuan merasa harus selalu kuat dan selalu mendahulukan orang lain. Padahal memahami kebutuhan diri sendiri bukanlah bentuk egoisme, tetapi fondasi agar kita mampu terus hadir dengan sehat bagi orang-orang yang kita cintai,” katanya.

Selain menghadirkan sesi edukasi dan diskusi interaktif, workshop juga dilengkapi pemeriksaan kesehatan serta berbagai aktivitas yang mendukung pendekatan kesehatan secara holistik.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi KPPB bersama Mobiliari sebagai mitra utama, Personal Growth, Breathwork Indonesia, School for Moms, serta didukung sejumlah media partner dan supporting partner.

Melalui kegiatan ini, KPPB berharap semakin banyak perempuan Indonesia berani mengambil jeda dari kesibukan, lebih mengenal dirinya sendiri, serta menyadari bahwa kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis merupakan investasi penting bagi kualitas hidup.

Menutup kegiatan, Meiline Tenardi berharap seluruh peserta tidak hanya membawa pulang pengetahuan baru, tetapi juga keberanian untuk lebih mencintai dan merawat dirinya sendiri. ●Redaksi/Satria

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *