Meta Uji Coba Versi Premium dari Aplikasi Pesan Instan Populernya WhatsApp
HARIAN PELITA — Meta kembali menguji coba versi premium dari aplikasi pesan instan populernya WhatsApp.
Layanan bertajuk WhatsApp Plus ini akan menyertakan sejumlah fitur eksklusif yang berada di balik paywall atau skema berlangganan.
Dikutip dari WABetaInfo, yang mengamati bahwa Meta mulai meluncurkan versi berbayar ini kepada pengguna terbatas.
Mengutip laman Engadget, Rabu (22/4/2026), fokus utama dari WhatsApp Plus saat ini adalah memberikan pembaruan estetika dan personalisasi bagi para penggunanya.
Menurut laman Pusat Bantuan (Help Center), pelanggan WhatsApp Plus akan mendapatkan akses ke stiker premium dengan efek khusus.
Selain itu, pengguna juga diberikan kebebasan untuk mempersonalisasi tema aplikasi serta mengubah ikon sesuai keinginan.
Tak hanya aspek dekoratif, Meta juga menawarkan fungsi tambahan untuk menunjang produktivitas dan organisasi pesan, antara lain:
●Penyematan Chat: Pengguna dapat menyematkan (pin) hingga 20 obrolan penting di bagian atas daftar pesan.
●Nada Dering Khusus: Kemampuan untuk mengatur nada dering premium bagi kontak tertentu.
●Kustomisasi Lanjut: Pengaturan daftar obrolan yang lebih mendalam dengan peringatan (alert) dan tema yang dipersonalisasi.
Meskipun Meta belum mengumumkan harga resmi secara global, WABetaInfo melaporkan bahwa biaya berlangganan saat ini bervariasi di wilayah uji coba.
Harga berkisar dari 229 Rupee Pakistan (sekitar Rp13.000) hingga €2,49 (sekitar Rp51.000) per bulan.
Meta juga dilaporkan tengah mempertimbangkan pemberian masa uji coba gratis selama satu bulan bagi pengguna yang tertarik.
Penting untuk dicatat bahwa Meta tidak akan memungut biaya untuk fungsi dasar WhatsApp. Fitur-fitur fundamental seperti pengiriman pesan teks, panggilan suara, hingga sistem keamanan enkripsi ujung-ke-ujung (end-to-end encryption) akan tetap tersedia secara gratis bagi seluruh pengguna. ●Redaksi/Meta/HP
