2024-12-22 1:58

PLN Voluntary Program Energy Of Change Bawa Perubahan Melalui Perkuatan Pendidikan Karakter Anak

Share

HARIAN PELITA — Tepukan semangat keceriaan anak-anak mengiringi 10 relawan PLN saat mereka mengawali program PLN Mengajar di SDN 01 Polosiri pagi ini.

Lebih dari 200 anak-anak mulai dari usia PAUD hingga Sekolah Dasar akan mengikuti kegiatan PLN Mengajar, yang merupakan rangkaian dari Voluntary Program Energy of Change dibidang Pendidikan.

General Manager PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah, Tejo Wihardiyono mengatakan, permasalahan terkait Pendidikan menjadi salah prioritas dalam rangkaian PLN Voluntary Program Energy of Change dilaksanakan mulai 5 hingga 7 Desember 2024.

“Pendidikan karakter anak menjadi dasar dari pendidikan yang berkualitas, untuk mencetak generasi unggul yang akan membawa perubahan-perubahan besar diberbagai bidang. Hal ini menjadi misi yang dibawa oleh teman-teman relawan PLN dengan semangat pengabdiannya untuk membawa energi perubahan di Desa Polosiri,” terang Tejo Wihardiyono.

Program Pendidikan yang diusung relawan PLN di Desa Polosiri ini terdiri dari penguatan pendidikan karakter melalui program PLN Mengajar, bantuan sarana prasarana penunjang Pendidikan yakni laptop dan proyektor, penambahan koleksi bacaan perpustakaan untuk anak-anak SD dan Paud, serta bantuan renovasi musholla.

Program Pendidikan tersebut difokuskan untuk SD Negeri 01 Polosiri, SD Negeri 02 Polosiri dan PAUD Margorahayu Desa Polosiri.

Dalam kegiatan PLN Mengajar, relawan PLN membagi anak-anak kedalam 3 kelompok besar sesuai kategori usia sekolah yakni kelompok PAUD, SD kelas 1-3 dan SD kelas 4-6.

Setiap kelompok kemudian diberikan materi edukasi tentang kampanye anti bullying dan bagaimana menggunakan internet secara bijak sebagai dasar untuk penguatan karakter anak.

Sementara untuk kelompok anak dengan kategori usia sekolah kelas 4-6, diberikan juga materi edukasi tentang listrik secara sederhana, seperti mengenal sumber-sumber energi untuk memproduksi listrik, mengenal proses penyaluran listrik sampai ke rumah-rumah hingga potensi bahaya listrik.

Debbi, salah satu relawan asal PLN Pusat yang mengajar di kelompok PAUD menjelaskan urgensi pemilihan topik materi tersebut sebagai sebuah hal dasar yang harus ditanamkan pada anak-anak sedini mungkin.

“Kita memilih untuk mengangkat materi edukasi tentang anti bullying karena mungkin di SD atau paud belum banyak menyentuh soal mental health nya anak-anak. Padahal, menanamkan nilai-nilai kampanye anti bullying itu harus kita sadari sejak dini, untuk membentuk anak-anak agar memiliki rasa empati dan hormat kepada satu sama lain, sehingga mereka dapat membangun relasi yang sehat,” terang Debby.

Debby dan relawan lain, menyampaikan materi secara interaktif dengan melibatkan anak-anak. Mereka mengajarkan anak-anak untuk tidak mengolok-olok temannya, mencontohkan bagaimana cara mengatasi perilaku bullying dengan menunjukkan sikap yang tegas pada pelaku bullying, serta bagaimana cara mendamaikan atau memberi dukungan emosional kepada anak yang terkena perilaku bullying.

Kepala Sekolah SD N 01 Polosiri, Kurnia Dwi Mumpuni menyambut baik seluruh kegiatan dan rangkaian Voluntery Program Energy of Change yang menyentuh pengembangan Pendidikan di lingkungan Desa Polosiri. ●Redaksi/Rls05

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *