2023-07-07 8:03

Ketum PBNU Apresiasi Wacana Mudik Bersama

Share

HARIAN PELITA — Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf berharap kaum muslimin dapat menunaikan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan 1443 H dengan penuh hikmat dan khusyu.

Mengingat Indonesia masih berada dalam situasi pandemi COVID-19, maka semua pelaksanaan ibadah yang melibatkan jamaah, seperti shalat tarawih di masjid, harus tetap memerhatikan ketentuan yang berlaku dalam masa pandemi.

“Saya ingin berbagi rasa bahagia bersama warga nahdliyin, kaum muslimin di Indonesia dan segenap kaum muslimin di dunia, atas datangnya bulan Ramadhan. Baik mereka yang sudah mulai melakukan puasa Ramadhan pada hari ini atau yang baru akan berpuasa besok hari. Semoga kita dapat memperoleh hikmat yang sebesar-besarnya sehingga dapat menaikkan derajat taqwa,” kata Gus Yahya sapaan akrab Ketua Umum PBNU itu, Sabtu (2/4/2022) di Jakarta.

Sebagaimana diberitakan, meski pemerintah telah menetapkan 1 Ramadhan 1443 H jatuh pada hari Ahad yang bertepatan dengan tanggal 3 April 2022, tetapi ada sejumlah umat Islam yang sudah mulai berpuasa sejak 2 April 2022, yakni pada hari Sabtu.

Gus Yahya menyatakan tidak kuatir dengan tidak samanya pelaksanaan awal puasa Ramadhan tahun ini, sebab umat Islam di Nusantara sudah terbiasa hidup di atas perbedaan-perbedaan, termasuk berbeda dalam memulai hari pertama puasa Ramadhan.

Selain bersyukur karena datangnya bulan suci Ramadhan, Gus Yahya juga mengingatkan bahwa, bahwa kekhusyuan ibadah di bulan tersebut, dapat tercipta dengan tetap terjaganya kesadaran bahwa COVID-19 masih tetap merupakan ancaman bagi semua orang.

Meski demikian, karena kecenderungan penyebaran dan pemaparannya terus menurun, pemerintah mempertimbangkan untuk membuka peluang bolehnya mudik bersama tahun ini. Pemerintah mempersyaratkan mereka yang boleh mudik adalah yang sudah menerima vaksin ketiga yakni vaksin booster.

“Namun demikian, karena Indonesia belum keluar dari status pandemi Covid-19, maka berdisiplin dalam menjaga protokol kesehatan, bisa berguna bagi terciptanya situasi yang kondusif dalam beribadah. Kalau trendnya terus menurun, insyaallah kita akan akan mudik bersama lagi tahun 2020 ini,” ujar mantan anggota Wantimpres tersebut dalam siaran persnya.

“Tentu saja, PBNU mengapresiasi wacana dari pemerintah yang akan membuka peluang mudik bersama tahun ini,” jelas Gus Yahya. Menurut putra KH Cholil Bisri itu, jika mudik bersama tahun ini dapat dilakukan, maka itu akan jadi ukuran tentang kelanjutan status pandemi COVID-19 ke depan. Diharapkan pasca mudik nanti, tidak terjadi hal yang tidak kita inginkan. Sehingga kita bisa kembali hidup normal,” jelas mantan anggota KPU itu.

Kepada warga nahdliyin, Gus Yahya berpesan agar terus istiqamah meningkatkan amalan-amalan Ramadhan sebagaimana diajarkan oleh para kiai, ulama, habaib, dan khususnya tradisi para muassis NU.

“Secara pribadi maupun sebagai Ketua Umum PBNU, saya ucapkan selamat beribadah di bulan suci Ramadhan. Saya berpesan agar warga nahdliyin terus berikhtiar dan menambah frekuensi ibadah Ramadhannya, mengikuti ajaran para guru, kiai, ulama dan habaib yang biasa dilakukan di lingkungan NU,” katanya. ‚óŹRed/Dw

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *