2024-06-11 16:19

Badan Intel AS Anjurkan Restart Ponsel Seminggu Sekali, Kenapa?

Share

HARIAN PELITA — Ponsel sering kali menjadi target dari serangan siber, termasuk serangan siber bernama zero-click yang dapat digunakan oleh para peretas (hackers) untuk menyadap dan mencuri data dari ponsel pengguna tanpa disadari. ●Seperti dikutip dari Kompas.com

Tidak seperti perangkat lunak berbahaya (malware) pada umumnya yang memerlukan beberapa bentuk interaksi pengguna, seperti mengeklik tautan atau mengunduh aplikasi, serangan zero-click dapat menjangkiti ponsel tanpa interaksi apa pun dari pengguna.

Menurut NSA, tindakan mematikan dan menghidupkan kembali ponsel tidak selalu dapat mencegah terjadinya sebuah serangan pada ponsel.

Namun mereka mengatakan bahwa hal itu setidaknya dapat mempersulit peretas untuk mencuri informasi dari ponsel pengguna.

“Ancaman terhadap perangkat seluler kian marak dan semakin meningkat dalam hal skala dan kompleksitasnya,” kata NSA seraya mewanti-wanti bahwa beberapa fitur smartphone dapat memberikan kenyamanan dan kemampuan yang baik, tetapi mengorbankan keamanan.

Matikan WiFi dan Bluetooth ketika tidak dipakai NSA juga memberikan cara lain yang dapat digunakan untuk melindungi perangkat pengguna, termasuk mematikan Bluetooth dan Wi-Fi saat tidak dipakai, memperbarui sistem operasi dan aplikasi dan menonaktifkan layanan lokasi saat tidak lagi diperlukan.

Tidak mengeklik tautan dalam email dan pesan teks yang tidak dikenal, membuat kata sandi kuat yang berisi setidaknya enam digit untuk mengunci perangkat, serta hanya memakai aksesori pengisi daya tepercaya pun merupakan beberapa saran yang diberikan oleh NSA. ●Redaksi/Kompas.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *