2023-07-08 11:32

Kaleidoskop FISIP Unas 2021 Paparkan Penelitian Dosen dalam Kenormalan Baru

Share

HARIAN PELITA — Universitas Nasional (Unas) di saat menjawab permasalahan yang terjadi pasca pandemi atau era kenormalan baru, salah satu bentuk kontribusi yang bisa dilakukan ialah riset dan penelitian sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Hal inilah menjadi tujuan dari kegiatan kaleidoskop riset dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unas pada 2021 yang diselenggarakan secara daring dan luring di Menara Unas, Ragunan, Jakarta, Senin (20/12/2021).

Dipandu oleh dosen FISIP Unas, Angga Sulaiman, S.IP., M.Si., Dr. Andi Achdian, M.Si. dan Muhammad Maulana, MAP. sebagai moderator, Kaleideskop FISIP Unas menghadirkan 17 pembicara dari masing-masing program studi (Prodi), yakni dari Prodi Ilmu Politik, Prodi Sosiologi, Prodi Hubungan Internasional, Prodi Administrasi Publik dan Prodi Ilmu Komunikasi.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni Unas, Dr. Suryono Efendi, S.E., MBA., M.M. mengatakan, dalam rangka menutup 2021, dosen FISIP Unas melakukan kegiatan kaleidoskop riset dosen sebagai bentuk presentasi hasil penelitian dan pengabdian di masa kenormalan baru.

“Kegiatan ini menunjukkan bahwa dosen FISIP Unas tetap menjalankan bentuk Tri Dharma Perguruan Tinggi selama pandemi berlangsung dengan menghasilkan riset-riset sesuai bidang masing-masing. Saya harap, kegiatan ini bisa menumbuhkan budaya penelitian di kalangan dosen sehingga bisa mendukung Unas dalam upaya pengembangan menuju world class university pada tahun 2035,” ujarnya.

Dekan FISIP Unas, Dr. Erna Ermawati Chotim, S.Sos., M.Si. mengatakan, kegiatan ini juga merupakan bentuk refleksi dengan melihat kembali perjalanan penelitian-penelitian yang telah dilakukan dosen FISIP Unas, dari lima program studi yakni Ilmu Politik, Sosiologi, Hubungan Internasional, Administrasi Publik, serta Ilmu Komunikasi.

“Melalui paparan penelitian yang disampaikan, kami berharap bisa menarik benang merah, catatan kritis, serta rekomendasi dan gagasan pada isu penelitian yang akan dilakukan pada tahun mendatang. Kegiatan perdana FISIP Unas ini juga diharapkan menjadi penilaian bagi pihak-pihak yang telah bekerja sama baik internal maupun eksternal,” tuturnya.

Hadir sebagai keynote speaker, Erna memaparkan penelitiannya yang berjudul ‘Refleksi Metodologi Penelitian Sosial Selama Pandemi dan Kenormalan Baru’. Ia mengatakan, pandemi telah merubah berbagai dimensi penting kehidupan manusia tidak terkecuali pada bidang penelitian. Dalam hal ini, terdapat dua arus besar yang terjadi di dunia dan berpengaruh terhadap kegiatan para akademisi di perguruan tinggi di seluruh dunia.

“Pertama, kemajuan teknologi digital yang mengubah kebiasaan-kebiasaan lama dalam dunia analog dalam cara baru, termasuk dalam cara peneliti melakukan penelitian mereka sesuai kajian masing-masing. Kedua, pandemi telah memaksa masyarakat dunia untuk menerapkan cara hidup baru, termasuk memanfaatkan teknologi digital secara maksimal dalam rutinitas media sosial,” jelasnya.

Erna menambahkan, dosen juga diharuskan mengembanbgkan penelitian-penelitian ke depan yang dapat mengisi pemahaman baru terkait masalah-masalah yang ada di tingkat individual, kolektif, komunitas, tingkat negara, dan tingkat antar negara.

“Di sisi lain, juga mengajak para ilmuan sosial dan politik di Indonesia untuk berkolaborasi membahas tentang reliabilitas dan validitas metode-metode praktik penelitian pada masa kenormalan baru, yang dapat terlembagakan di dalam proses pengajaran di universitas, maupun dalam kegiatan penelitian yang dijalankan pemerintah,” pungkasnya.

Dosen Prodi Ilmu Komunikasi Unas, Dian Metha Ariyanti, S.Sos., M.Si. memaparkan, pada masa kenormalan baru ini, media sosial menjadi wadah komunikasi utama yang dilakukan oleh masyarakat. Berbagai pihak berlomba-lomba menggunakan media sosial dan mengambil manfaatnya.

“Pada era new normal ini aktivitas komunikasi dilakukan melalui media sosial, seperti membangun brand engagement. Namun, tidak semua masyarakat paham dalam membangun hal tersebut. Padahal, brand engagement sangat penting untuk mengetahui seberapa tingkat keterlibatan followers terhadap informasi yang disampaikan, sehingga diperlukan strategi pengelolaan media sosial yang baik untuk membangun brand engagement.,” tutupnya. ●Red/Rls10

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *