2024-05-03 10:18

Ditjen Diktiristek Gelar Pameran Inovasi Perguruan Tinggi

Share

HARIAN PELITA JAKARTA — Perguruan tinggi Indonesia telah melahirkan berbagai produk inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Untuk memperkenalkan hasil karya inovasi anak bangsa ke masyarakat luas, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) menggelar pameran inovasi perguruan tinggi di Gedung D Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi pada 5-6 Januari 2022.

Pameran ini diikuti tujuh perguruan tinggi baik negeri maupun swasta di antaranya Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Gunadarma, Binus University, Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), Universitas Budi Luhur serta Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Masing-masing kampus membawa produk inovasi yang sudah berhasil dikembangkan dan dimanfaatkan secara nyata oleh masyarakat. Bahkan beberapa di antaranya telah mendapat penghargaan.

ITS misalnya, memamerkan produk unggulan mereka berupa Immersive ITS dan Robot Medical Assistant ITS (RAISA). Immersive ITS adalah suatu fasilitas di mana mahasiswa dan dosen dapat melaksanakan perkuliahan secara _online_ melalui suatu ruang kelas virtual. 

Sedangkan RAISA merupakan  _medical assistant_ untuk membantu tenaga kesehatan (nakes) di rumah sakit merawat pasien, terutama pasien Covid-19. Untuk meminimalisir penyebaran Covid-19, RAISA menjembatani komunikasi antara dokter dan pasien di rumah sakit dari jarak yang jauh. Hingga saat ini, RAISA sudah dihilirisasi dan digunakan di berbagai rumah sakit di Indonesia dan juga Wisma Atlet Jakarta.

Inovasi berupa robot lainnya juga dibawa oleh Binus University dengan karya NAYAKALARA. Ini merupakan inovasi berbentuk robot yang bisa digunakan sebagai _food delivery_, _monitoring robot_, dan _disinfectant robot_. Sampai saat ini robot-robot karya mahasiswa Binus tersebut sudah diproduksi hingga 20 buah dan sudah didonasikan ke 9 Rumah Sakit yang membutuhkan.

Robot Vio _Smart Robot UVC_, _Follow Me Smart Cart_, dan _Telemedicine Robot_ dari Universitas Gunadarma pun tak kalah menarik. Ketiga jenis robot tersebut mampu memberikan bantuan yang berbeda bagi penggunanya. _Robot Vio Smart Robot UVC_ digunakan sebagai pembunuh kuman dan virus dengan cara memancarkan sinar UVC ke beberapa titik. _Follow Me Smart Cart_ berfungsi sebagai keranjang belanja otomatis yang akan mengikuti gerakan penggunanya sehingga tidak kontak langsung dengan benda tersebut untuk meminimalisir penyebaran Covid-19. Sedangkan _Telemedicine Robot_ merupakan _virtually interactive meeting robot_ antara dokter atau nakes guna mempersingkat waktu dan jarak.

Inovasi lain yang lahir untuk penanganan Covid-19 yaitu Flocked Swab dari UI. Karya ini merupakan inovasi _swab stick_ untuk mengambil sampel dengan melakukan teknis tes usap Covid-19 pada jalur nasofaring. Selain itu, Covent-20 sebagai ventilator untuk memberikan bantuan pernapasan secara mekanis kepada pasien untuk mempertahankan oksigenasi.

Selanjutnya, UGM membawa produk-produk inovasi di bidang kategori kesehatan, yakni beragam obat herbal yang beberapa di antaranya sudah memiliki izin dan sudah beredar luas di rumah sakit. Selain itu, UGM juga memiliki beberapa inovasi lain seperti  M-Treat, Ventilator ICU, dan Gemouth Aerosol Sution.

Sementara di bidang pertanian dan pangan, IPB berhasil mengembangkan karya One Village One CEO (OVOC) yakni pengembangan sumber daya manusia di beberapa titik desa yang nantinya akan langsung didanai oleh IPB dalam mengembangkan inovasi. Produk yang sudah berhasil dibuat pun beragam mulai dari produk makanan seperti permen jahe, manisan jahe, sirup buah arbei, abon ikan dan juga keripik. Selain itu, terdapat produk pertanian seperti pupuk organik dan tanaman hias. 

Terakhir, Motor Listrik BL-SEV01 dari Universitas Budi Luhur. Motor listrik buatan mahasiswa Universitas Budi Luhur tersebut merupakan kendaraan roda dua yang memanfaatkan tenaga baterai sebagai daya utamanya. Jika baterai sudah habis dapat diisi ulang dengan memanfaatkan listrik yang ada di rumah masing-masing pengguna. Selain itu juga sudah berhasil diuji coba dengan didatangkan langsung ke sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. ●Red/Rif/Esa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *