2024-05-03 2:25

DPC Lembaga Komite Sekolah Nasional Jaksel Selenggarakan Focus Group Discussion

Share

HARIAN PELITA — DPC LKSN Jakarta Selatan membuka kegiatan di tahun 2024 ini dengan menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) dihadiri para Komite Sekolah dari satuan pendidikan di wilayah Jakarta Selatan.

FGD kali ini membahas topik yang sedang merebak di anak usia sekolah yaitu perundungan atau bullying.

Kasus bullying melibatkan anak usia sekolah menunjukkan peningkatan, untuk itu DPC LKSN Jakarta Selatan menganggap penting membahas strategi pencegahan ini bersama ahlinya.

DPC LKSN Jakarta Selatan menghadirkan 2 narasumber yaitu Ibu Siti Jenab, S.Pd dari Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset Teknologi dan Ir Trie Ariesta MBA, CM.NLP seorang pakar Neuro Linguistik Programming (NLP).

Ibu Siti Jenab memaparkan tentang “Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan (PPKSP)”.

Sedangkan Trie Ariesta memaparkan tentang “Strategi Komunikasi Dengan Jebakan Kebenaran”. Beliau juga sedikit mempraktekkan trik metode hypnosis dalam membangun sebuah perubahan.

Pada paparannya, ibu Siti Jenab menjelaskan beberapa poin penting diantaranya adalah dalam proses pembelajaran dibutuhkan adanya rasa aman.

Pada tahun 2022, kasus kekerasan pada anak usia sekolah mencapai 2133 kasus dengan rasio 20% dialami anak laki-laki, 25,4% dialami anak perempuan dan 34,5% mengalami kekerasan seksual.

Dampak dari kekerasan ini diantaranya terhambatnya pancapaian prestasi anak, kehilangan kesempatan melaksanakan pendidikan dan sampai potensi Drop Out sekolah.

Trie Ariesta sendiri menjelaskan bahwa untuk bisa membuat sebuah perubahan maka dibutuhkan sebuah momentum.

Setelah terjadi momentum maka perlu diiringi dengan perubahan pola pikir (mindset), pola ucap dan repetisi.

Spesifik tentang repetisi Trie Ariesta menambahkan bahwa repetisi selama 21 hari akan menghasilkan kebiasaan baru, repetisi 90 hari akan menghasilkan gaya hidup baru, repetisi selama 6 tahun akan menghasilkan sifat baru dan repetisi selama 15 tahun akan menghasilkan karakter baru.

Di sisi lain, motivasi itu hanya menyumbang 1% dari perubahan sedangkan 99% perubahan dihasilkan dari disiplin.

FGD kali ini membuka wawasan para komite sekolah untuk memilih strategi apa yang bisa dikembangkan di satuan pendidikan masing-masing.

Kegiatan ini akan dilanjutkan dengan kegiatan lainnya yang berkaitan dengan peningkatan kompetensi komite sekolah. •Redaksi/Alia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *