2024-05-03 13:43

Pekerjaan Rumah Tangga Adalah Tugas Suami

Share

Feminisme Dalam Islam

Dikutip situs ITS, Psikolog Sinta Yudisia mengatakan jika dalam perspektif Islam, feminisme dapat dipandang sebagai sebuah penyetaraan supaya tercipta perlakuan adil terhadap kaum perempuan sebagai makhluk Allah SWT.

Bahkan, para cendekiawan muslim dan ulama menganggap, feminisme tidak menjadi masalah dalam islam karena prinsipnya memiliki hubungan dengan teologi islam.

Menurut Sinta, ada beberapa cara bijak dalam menyikapi feminisme. Pertama, memahami peran wanita. Sebagai seorang wanita, hakikat peran utamanya adalah sebagai anak, istri, dan seorang ibu.

Kedua, melatih kemandirian dan ketangguhan, pantang menyerah dan semangat dalam selalu berusaha bagi setiap wanita. Seorang wanita perlu banyak belajar dan banyak bertemu orang.

“Ketiga, belajar teamwork , berukhuwah, dan berjemaah. Mari tingkatkan kapasitas diri sebagai individu agar dapat menghadapi ideologi-ideologi feminisme,” pungkas Sinta.

Pekerjaan rumah tangga adalah tugas suami

Dalam ajaran Islam, pekerjaan rumah tangga sejatinya adalah tanggung jawab suami. Di beberapa hadits Rasulullah SAW disebutkan bahwa pekerjaan rumah tangga adalah kewajiban suami. Sederet kegiatan mulai dari mencuci baju, membersihkan rumah hingga menyiapkan makanan, semuanya termasuk dalam pekerjaan rumah tangga.

Dikisahkan bahwa Aisyah RA. ditanya: “Apa yang dilakukan Nabi di rumah?” Beliau menjawab, “Beliau ikut membantu melaksanakan pekerjaan keluarganya.” (HR. Bukhari).

Dalam hadis lain, Aisyah juga mengatakan bahwa Nabi tidak ragu mengerjakan semua jenis pekerjaan rumah tangga.

“Nabi SAW menjahit kainnya, menjahit sepatunya, dan mengerjakan apa yang biasa dikerjakan oleh kaum perempuan di rumah mereka.” (HR. Ahmad).

Namun di zaman sekarang banyak yang salah paham. Pekerjaan rumah tangga dilimpahkan kepada istri dan dianggap sebagai kewajiban istri. Bagi istri, menjalani pekerjaan rumah tangga hukumnya tidak wajib.

Tetapi bagi yang ikhlas dan ridho maka akan diganjar pahala besar. Jika disikapi dengan bijak maka, saling membantu dalam urusan rumah tangga itu hal yang wajib, bahkan di era sekarang banyak wanita yang menjadi tulang punggung keluarga.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *