2024-05-08 11:03

PrIncess Cheryl Halpern: Nominasi Visions of Peace untuk Nobel Peace Prize Mengharumkan Indonesia

Share

HARIAN PELITA —- Pendiri Visions of Peace Initiative, Princess Cheryl Halpern, dari Amerika Serikat datang langsung ke Indonesia untuk merayakan masuknya Visions of Peace sebagain peraih nominasi Nobel Peace Prize.

Bersama Pangeran KPH Dr Damien Dematra mengadakan acara Visions of Peace yang telah menginspirasi ratusan ribu anak dan telah mengadakan acara di 57 kota. Visions of Peace juga telah dinominasikan untuk Nobel Perdamaian oleh Dewan Legislatif Indonesia yaitu Ketua MPR; Bambang Soesatyo, Ketua DPD LaNyalla Mattalitti, Anggota DPR; H. Muhammad Farhan, SE.

Princess Cheryl Halpern mengatakan, pengakuan dan pencalonan Visions of Peace Initiative dari Badan-badan legislatif Indonesia merupakan suatu kehormatan yang belum pernah terjadi sebelumnya dan tak tertandingi.

Pengakuan luar biasa terhadap sebuah lembaga swadaya masyarakat ini belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah Republik Indonesia.

Penghargaan yang paling berarti ini akan menginspirasi semua orang yang telah berpartisipasi dalam VOP dan mereka yang belum berpartisipasi, untuk terus mempromosikan perdamaian dan toleransi.

Princess Halpern menjelaskan perspektif di mana dia dan Pangeran KPH Dr. Dematra mendirikan VOPI dengan mengatakan, “Visions of Peace Initiative mencakup Etika Timbal Balik, juga dikenal sebagai Aturan Emas, nilai universal penting bagi perilaku sosial sipil.

Etika Timbal Balik ini mengajarkan kita untuk, ‘Lakukan Kepada Orang Lain Seperti yang Anda Ingin Dilakukan Untuk Diri Sendiri dan Jangan Lakukan Kepada Orang Lain Seperti yang Tidak Ingin Anda Lakukan Untuk Diri Sendiri’.

Ini adalah pesan yang menemukan ekspresi selama ribuan tahun dalam ajaran semua agama. Ini juga merupakan konsep yang menjadi inti dari semboyan Indonesia, ‘Bhinneka Tunggal Ika, Persatuan Dengan Menghargai Keberagaman’ karena tanpa menghormati keragaman dalam keluarga atau komunitas tidak akan ada persatuan. Namun, pilar penting perilaku sipil ini tidak diajarkan secara efektif kepada kaum muda saat ini. ●Red/Satria

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *