2024-05-14 16:08

Fakta Gempa Lebak Magnitudo 5,1, Ini Penjelasan BMKG

Share

HARIAN PELITA  —-  Terjadi pada hari Sabtu 12 Maret 2022 siang hari pukul 12.31.07 WIB. 2. Episenter terletak di laut pada jarak 28 kilometer arah Selatan Cihara, Lebak, Banten dengan kedalaman 10 kilometer.

3. Gempa Selatan Lebak ini merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif di dasar laut.

4. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa ini memiliki mekanisme pergerakan geser mengiri (sinistral strike-slip).

5. Jika mencermati mekanisme sumber Gempa Lebak yang dipicu sesar geser mengiri (sinistral strike-slip) maka ada dugaan pembangkit gempa ini merupakan kemenerusan Sesar Cimandiri di laut dengan karakterisitik mekanisme geser mengiri juga.

6. Gempa Lebak dirasakan di Malingping, Cinangka, Bayah, Pelabuhan Ratu dalam skala intensitas III-IV MMI. Di Kota Lebak, Panggarangan, Labuan dirasakan dalam skala intensitas III MMI. Di Munjul, Tanara, Anyer, Cianjur, Kota Sukabumi dirasakan dalam skala intensitas II-III MMI. Sedangkan di Kota Serang, Tangerang, Serpong, Jakarta guncangan juga dirasakan dalam skala intensitas II MMI.

7. Belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa Lebak M5,1 ini.

8. Meski gempa berkedalaman dangkal dan berpusat di laut, tetapi hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami karena magnitudonya relatif kecil sehingga deformasi yang terjadi belum mampu mengganggu kolom air laut.

9. Hingga pukul 13.25 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan telah terjadi 6 (enam) gempa susulan (aftershocks) dengan magnitudo 2,9 hingga 4,4. ●Red/Esa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *