2026-04-30 19:41

Bupati Haerul Warisin Suntik Semangat 3.000 Perawat di Rakerda PPNI 2026

Share

HARIAN PELITA — Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) ke-52 di Lombok Timur tahun 2026 menjadi panggung bagi sebuah pesan kemanusiaan mendalam.

Bupati Lombok Timur H Haerul Warisin mengingatkan ribuan perawat senjata paling ampuh dalam pelayanan kesehatan bukan sekadar peralatan medis canggih, melainkan ketulusan sebuah senyuman.

“Senyuman yang tulus dari perawat bisa menjadi obat bagi pasien,”ujar Bupati saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) PPNI Lotim yang dirangkai dengan Halal Bi Halal di Selong, Kamis (30/04/2026).

Dalam pidatonya yang menggugah, Bupati tidak hanya bicara soal angka dan usia organisasi. Beliau mengutip “QS. Al-Maidah ayat 32”, memberikan dimensi spiritual pada profesi perawat.

“Ini kehebatan perawat. Hanya satu orang yang dirawat, sama artinya dia merawat seluruh manusia,”tegasnya.

Dimata Bupati, usia 52 tahun bagi PPNI, yaitu fase “usia matang”. Jika dibandingkan dengan angka harapan hidup Indonesia tahun 2026 yang berada di kisaran 72 tahun, maka PPNI sedang berada dipuncak profesionalitasnya untuk melayani masyarakat Bumi Gora.

Tak sekadar memberi pujian, Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Timur juga melempar janji konkret. Bupati berkomitmen memperkuat infrastruktur kesehatan agar RSUD di Lombok Timur mampu menangani seluruh keluhan warga tanpa harus mengirim pasien jauh ke daerah lain.

“Pemda terus mengupayakan agar masyarakat tidak perlu dirujuk jauh. Cukup di rumah sakit kabupaten, semua kebutuhan medis terpenuhi, “tambahnya.

Ketua DPD PPNI Lombok Timur, Lalu Aries Fahrozi, mengungkapkan organisasinya kini menjadi kekuatan besar dengan lebih dari 3.000 anggota, terbesar kedua setelah PGRI.

Menanggapi masih adanya keluhan masyarakat terkait pelayanan, Aries berjanji Rakerda kali ini akan fokus pada tiga pilar utama:

1.Peningkatan Kompetensi, Memastikan perawat semakin ahli dibidangnya.

2.Kesejahteraan, Memperjuangkan nasib anggota dilapangan.

3.Pengabdian, Evaluasi total terhadap kualitas layanan publik.

Dukungan penuh juga datang dari Ketua DPW PPNI NTB, H. Muhir. Ia menekankan bahwa PPNI kini bergerak dalam satu komando yang terintegrasi, mulai dari program Presiden hingga menjangkau pelosok Dusun di Lombok Timur,”paparnya.

Acara ini ditutup dengan pesan pamungkas dari Bupati yang menyentuh sanubari seluruh peserta: “Jadilah manusia yang bermanfaat bagi manusia lainnya.”

Sebuah pengingat bahwa dibalik seragam putih, ada tanggung jawab besar untuk menjaga martabat kemanusiaan di Lombok Timur. ●Redaksi/Pan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *