2022-11-24 13:16

Kanwil DIY, Kemenag Launching Proyek Perubahan Pendidikan Moderasi Beragama

Share

FOTO: Sekjen Kemenag dan Kakanwil Kemenag DIY

HARIAN PELITA — Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI Prof Dr Nizar melaunching Proyek Perubahan diusung Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY Dr Masmin Afif M.Ag.

Prosesi peluncuran ditandai dengan menekan tombol hitung mundur dan penayangan video singkat Sosialisasi dan Advokasi Pengelolaan Moderasi Beragama di SMA-SMK Percontohan, Rabu (23/11/2022).

Sekjen Nizar bersama Anggota Komisi VIII DPR RI MY Esti Wijayati, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DIY Dewo Isnu Broto Imam Santoso, Kepala Dinas Dikpora DIY Didik Wardaya, dan Kakanwil Masmin Afif juga mengalungkan selempang Duta Moderasi Beragama kepada 6 (enam) siswa perwakilan masing-masing lokus SMA-SMK.

“Dalam UUD 1945 menegaskan kewajiban negara untuk melindungi seluruh pemeluk agama masing-masing. Kewajiban negara melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 mewujudkan hal itu melalui Program Moderasi Bergama,” tandas Sekjen di sela peluncuran Proyek Perubahan Kakanwil, Rabu (23/11/2022) di Hotel Santika Yogyakarta.

Menurut Sekjen, Indonesia merupakan negara yang sangat majemuk. Menuritnya, di satu sisi sangat religius, nyaris tidak ada satu urusan yang tidak menggunakan agama, tapi di sisi lain, ideologi negara ini bukan berbasis agama tertentu.

Menyikapi hal tersebut, sambung Sekjen, diperlukan keseimbangan untuk menjalankan agama dengan baik sekaligus menjaga semangat kebangsaan. Ia menyatakan menyambut baik dan mengapresiasi Proyek Perubahan yang diusung Kakanwil dengan judul Pengelolaan Moderasi Beragama di SMA SMK Percontohan Pada Wilayah DIY.

“Moderasi Beragama memiliki tujuan untuk menyelaraskan relasi beragama. Ia menawarkan cara dan formula mengelola kemajemukan yang toleran, harmonis, dan damai,” terang Sekjen.

Kakanwil Masmin Afif menyampaikan ucapan terima kasih atas arahan Sekjen proper yang diusungnya berjalan lancar.

“Total kami memilih 6 locus SMA SMK Percontohan. Jangka pendek di SMAN 2 Wates, SMKN 1 Girimulyo, SMKN 7 Yogyakarta dan SMAN 10 Yogyakarta. Jangka menengah kami menambah dua locus lagi di SMKN 1 Saptosari dan SMAN 1 Bambanglipuro,” ujar Kakanwil, Kamis (24/11/2022).

Sebelumnya pihaknya telah menyebar kuesioner melalui google form. Dari 3.494 responden siswa, sebanyak 75,4 persen siswa setuju pengeboman tidak dapat dibenarkan. Namun ada 5 persen yang setuju bahwa pengeboman adalah untuk membela agama Tuhan.

“Maka kami melakukan pendekatan dengan kepala, guru dan siswa sekolah melalui Proper ini,” tambah Kakanwil.

Kegiatan launching ini juga dihadiri Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) DIY, Kepala Balai Pendidikan Menengah Kota Yogyakarta, Kabupaten Kulon Progo dan Gunungkidul, jajaran Kepala Bidang, Pembimas, Kakankemenag Kabupaten/Kota, serta sejumlah konstituen dari Anggota Komisi VIII DPR RI. ●Red/Bayu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *