2024-05-06 0:58

Genangan Harus Surut Enam Jam

Share

HARIAN PELITA — Ketinggian air di Pintu Air Manggarai, Jakarta Pusat, pada Rabu (1/3) sore, masih dalam kondisi di bawah normal.

Walaupun ada genangan di beberapa wilayah, Pemprov DKI berupaya agar dalam waktu enam jam genangan langsung surut.

“Beberapa hari ini, DKI Jakarta diguyur hujan dengan intensitas yang cukup tinggi. Intensitas hujan yang cukup tinggi tersebut menyebabkan genangan masih ada. Namun, berdasarkan data Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI, jumlah genangan terpantau berkurang,” kata Sekda DKI Joko Agus Setyono saat meninjau Pintu Air Manggarai, Jakarta Pusat.

Menurutnya, hingga Rabu sore ini, berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI, terdapat 2 RT atau 0,007 persen dari total jumlah 30.470 RT di Jakarta yang tergenang air akibat intensitas hujan yang tinggi.

“Kita semua merasakan bahwa sepuluh hari belakangan ini, hampir tiap hari hujan. Kita lihat dengan curah hujan yang sedemikian tinggi, namun kondisi Pintu Air Manggarai masih di bawah normal. Artinya, program penanggulangan atau mengatasi banjir bisa kita katakan berhasil,” ujar Joko.

Joko menambahkan kunci keberhasilan dalam menangani banjir, salah satunya berkat kegiatan rutin membersihkan saluran air untuk memperlancar aliran air hujan.

Sehingga genangan bisa lebih cepat surut. Karena itu, salah satu tolak ukur genangan harus surut dalam waktu 6 jam tetap diberlakukan.

Ia mengapresiasi langkah pemerintah pusat yang bekerja cepat membantu penanganan banjir di Jakarta dengan membangun Waduk Ciawi dan Sukamahi.

Pemprov DKI juga terus melakukan normalisasi Kali Ciliwung dan mengeruk sungai-sungai melalui program Grebek Lumpur, agar semakin besar daya tampung air saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

Maka tak heran, lanjut Sekda Joko, banjir di DKI Jakarta dapat teratasi dengan baik.  Kalau pun ada genangan, karena hujan turun dengan intensitas sangat tinggi, akan cepat surut kembali.

Kecepatan penanganan banjir, dijelaskan Sekda Joko, dapat dilihat dari hasil ketuntasan tindak lanjut laporan tentang genangan banjir masyarakat yang sampai Februari 2023 mencapai 95,1 persen dalam platform Cepat Respons Masyarakat (CRM) yang mengintegrasikan 13 kanal aduan.

Lebih lanjut, Joko menekankan, keberhasilan Pemprov DKI dalam mengatasi permasalahan banjir juga dikarenakan partisipasi masyarakat yang semakin tinggi dan tingkat kesadarannya dalam membuang sampah pada tempatnya, tidak di sungai maupun di saluran-saluran air.

“Saya berharap, kesadaran ini semakin hari semakin meningkat, sehingga upaya kita di dalam menangani atau mengatasi banjir bisa lebih baik dari waktu ke waktu,” ucapnya. ●Red/DNH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *