2026-04-20 11:58

Firman Utina Kecam Aksi Penyerangan Pelatih EPA Bhayangkara, Pelatih Bukan Preman

Share

HARIAN PELITA — Firman Utina, mantan pemain sepak bola Indonesia lewat IG-nya mengecam aksi penyerangan dilakukan pelatih EPA Bhayangkara.

Berdasarkan informasi  Firman Utina memiliki hubungan dengan Bhayangkara karena pernah bermain untuk klub tersebut pada tahun 2017-2018 dan juga menjadi asisten pelatih di Bhayangkara pada tahun 2018.

Ini berarti Firman memiliki latar belakang dan pengalaman dengan klub yang sama dengan EPA Bhayangkara, kemungkinan besar EPA adalah pelatih di Bhayangkara yang Firman kenal atau pernah bekerja sama.

Kalimat “kursus jangan tidur” dalam konteks pernyataan Firman Utina adalah sebuah sindiran atau ejekan terhadap pelatih EPA Bhayangkara.

Makna sebenarnya adalah bahwa pelatih tersebut dinilai perlu mengikuti kursus atau pelatihan untuk memperbaiki perilaku atau kemampuannya, bukan tidur-tidur saja.

“Saya tidak setuju ada pelatih yang tidak ngerti adab dan etika. Sebaiknya hukum seumur hidup saja. Pelatih itu bukan preman,” tegas Firman Utina.

Reaksi penggemar terhadap insiden antara Firman Utina dan pelatih EPA Bhayangkara cukup beragam. Beberapa penggemar terlihat mendukung pernyataan Firman Utina yang mengecam aksi penyerangan yang dilakukan oleh pelatih tersebut.

Mereka menilai bahwa tindakan kekerasan bukanlah solusi yang tepat dalam menyelesaikan masalah. ●Redaksi/ES

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *