Ketua BKPRMI Jakarta Nanang Jahidin Ajak Guru TPQ/TKQ Berantas Buta Huruf Al-Qur’an
HARIAN PELITA — Al-Qur’an adalah pedoman hidup manusia yang menjadi anugerah terbesar bagi umat Islam. Namun, sayangnya masih banyak umat yang belum bisa baca Al-Qur’an, sehingga menjadi perhatian serius bagi Ketua Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Jakarta, Ustaz Nanang Jahidin, M.Sos.I.

Ustaz Nanang Jahidin berharap, melalui Lembaga Pembinaan Pengembangan TK Al-Qur’an (LPPTKA) yang menaungi TPQ/TKQ bisa berperan lebih besar lagi di masyarakat dalam mengajar ilmu Al-Qur’an.

“Saya berharap para guru binaan kita ini bisa menekan angka buta huruf Al-Quran di Indonesia yang masih di angka 70 persen. Yang kedua kita ingin dari pemahaman Al-Qur’an dapat mengubah perilaku manusia menjadi lebih berakhlak,” ujar Ustaz Nanang Jahidin, dalam kegiatan Silaturrahmi dan Halalbihalal Keluarga Besar LPPTKA-BKPRMI Jakarta Barat di Aula Ali Sadikin Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Sabtu (18/4/2026).
Ustaz Nanang menjelaskan, orang yang mengajarkan Al-Qur’an balasannya adalah surga. Karena itu, dia berharap para guru lebih bersemangat lagi.

“Alhamdulillah saya bersama para ahli surga yang senantiasa mengajarkan Al-Qur’an. Kalau seandainya tidak ada saya di dalam surga, tolong panggil saya,” ucapnya.
Direktur Daerah BKPRMI Jakarta Barat, Ustaz Royani Satiri mengatakan, ke depan banyak agenda yang akan dilaksanakan. Antara lain: Munaqasah akhir pada 17 Mei, yang menjadi penentu kelululusan siswa. Untuk kegiatan ini pihaknya sudah menyediakan buku panduan, dia berharap para murid mempelajari karena angka kelulusan yang dikeluarkan murni sehingga yang tidak lulus tidak akan diluluskan.

“Ini tolong diaplikasikan kepada anak-anak kita,” ujar Ustaz Royani.
Kedua, kata Ustaz Royani menambahkan, akan ada wisuda akbar pada 21 Juni 2026. Ini merupakan wisuda akbar yang biasa dilakukan tiga tahun sekali.
“Pada bulan April kita juga adakan lomba mewarnai. Kemudian tanggal 25 ada lomba lagi di TMII, dan ada juga lomba FASI dengan 22 cabang lomba dan mudah-mudahan (perwakilan) kita bisa tampil hingga tingkat nasional,” ujarnya.
Terakhir dia mengajak, agar lembaga terus meningkat kualitasnya, dan itu dimulai dari peningkatan kualitas gurunya.
“Mari kita tingkatkan standardisasi guru Al-Qur’an kita. Tolong ikuti pelatihan tilawati kita agar kualitas kita bisa meningkat. Tahun lalu ada 50 lebih yang ikut pelatihan, tahun ini ada 100 yang kita ikutsertakan di Al-Falah Center,” tandasnya. ●Redaksi/Dunih
