2026-05-04 21:04

Beban Berat di Pundak Kurniawan || Catatan Kesit Budi Handoyo

Share

MENJAGA tradisi lolos ke Piala Dunia menjadi tujuan tim U-17 Indonesia. Bukan sesuatu yang berlebihan apabila masyarakat Indonesia sangat berharap Tim U-17 kembali tampil di Piala Dunia U-17 November mendatang di Qatar (lagi). Target lolos juga bukan mangada-ada.

Dasarnya jelas. Indonesia tampil pada dua hajatan terakhir Piala Dunia U-17 (2023 dan 2025).

Pertama 2023. Catatan penting ini bolehlah dianggap sebagai sebuah kebetulan. Kebetulan karena Indonesia tetiba ditunjuk FIFA sebagai tuan rumah – menggantikan Peru–setelah sebelumnya pupus sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 gegara isu Israel.

Dua tahun berikutnya (2025) Indonesia mencatat sejarah krusial karena lolos ke Piala Dunia U-17 di Qatar, setelah berjuang keras di Piala Asia di Saudi Arabia. Hasil gemilang dicatat Evandra Florasta. Indonesia tampil sebagai juara grup.

Tidak main-main. Tim yang kala itu dilatih Nova Arianto meraih nilai sempurna, 9. hasil tiga kemenangan; lawan Korea, Yaman, dan Afghanistan.

Walau di Piala Dunia 2025 gagal di fase grup, catatan penting lagi-lagi dibuat Indonesia: melanjutkan tradisi bermain di Piala Dunia U-17.

Tahun berganti. Tim dengan skuadnya pun tak lagi sama. Yang sama hanya satu: mempertahankan tradisi! Lolos Piala Dunia lagi.

Beban berat dipikul tim U-17 dibawah pelatih baru, Kurniawan Dwi Julianto. Indonesia masuk dalam grup yang terbilang berat bersama Jepang, Qatar, dan China. Tiga negara ini pernah merasakan juara Piala Asia U-17.

Sanggupkah mantan striker PSSI Primevera itu melanjutkan tradisi lolos ke Piala Dunia U-17?

Jujur. Tidak mudah. Menyimak perjalanan tim U-17, sejak pergantian pelatih dari Nova ke Kurniawan, tampak kurang meyakinkan. Indonesia hanya meraih satu kemenangan saat melawan Timor Leste di AFF Cup.

Sebelumnya tumbang dua kali dari China, calon lawan pertama di Piala Asia. Indonesia juga kalah dari Malaysia, dan seri lawan Vietnam.

Untuk bisa lolos ke Piala Dunia, Garuda Muda minimal tampil sebagai runner-up grup pada helatan Piala Asia 2026 ini. Mampukah?. ******

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *