2026-05-03 10:35

Wahai Pak Sumardji Kenapa Bapak Ikut-ikutan Konflik Pemain Bhayangkara Vs Persib

Share

KITA TIDAK TAHU awal permasalahan konflik antara Marc Klok dengan pemain Bhayangkara FC Presisi yang viral dan berbuah fitnah.

Katanya awalnya Marc Klok meminta bola kepada pemain Bhayangkara FC dengan berbahasa Inggris, Give me the ball back, (Kembalikan bolanya padaku) namun kata Mark Klok itu diplintir menjadi Give me the ball “black”.

Namun pelintiran itu memicu seorang pemain Bhayangkara FC bernama Wahyu Subo Seto malah memperlebar masalah dengan menuduh Mark Klok rasis! Anehnya pemain bernama Firza pun ikut-ikutan membuat gaduh, menyebar fitnah itu.

Yang lebih aneh lagi seorang yang sudah lama berkecimpung di sepakbola nasional bernama Pak Sumardji ikut-ikutan “mengompori” persoalan sepele itu menjadi besar. Aneh kan?.

Padahal terjadi kesalahpahaman pendengaran saja, Marc Klok diduga melakukan tindakan rasisme saat duel Bhayangkara FC vs Persib Bandung di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Kamis (30/4/2026) lalu.

Marc Klok dilaporkan bertindak rasis kepada Henry Doumbia, penyerang The Guardians of Saburai asal Pantai Gading.

Masalahnya lagi kenapa seorang Pak Sumardji ikut-ikutan memanasi persoalan sepele itu menjadi besar? Kian rumit malah.

Padahal seorang Pak Sumardji, sebagai senioritas di sepakbola nasional muncul sebagai penengah, penenang, bukan malah memanas-manasi kasus salahpaham itu.

Alangkah elegannya bila seorang sosok Pak Sumardji tampil sebagai “orangtua” yang ikut mengayomi perselisihan pemain. Walau Pak Sumardji Manajer Bhayangkara FC Presisi.

Yang tidak disadari oleh Bhayangkara FC dan Pak Sumardji adalah tuduhan rasis itu tuduhan yang sangat berat, bukan main-main dan bisa merugikan nama baik seseorang.

Maka wajar jika Marc Klok, keluarganya, klub dan Bobotoh bereaksi keras terhadap tuduhan ini. Itu bahaya dan terancam pidana.

Marc Klok mengatakan bahwa Pak Sumardji sebagai manager Bhayangkara FC terus menyebut Marc Klok “rasis”. Padahal disisi lain Pak Sumardji tidak berada di tempat kejadian, Marc Klok pun angkat bicara:

“la mengakui kesalahpahaman tersebut, begitu pula rekan-rekan setimnya dan pelatih mereka (Bhayangkara FC), yang memiliki hubungan baik dengan saya.”

“Namun, manager mereka, Sumardji, yang tidak berada di dekat lapangan, terus menyebut saya sebagai rasis, baik di dalam lorong stadion, dekat ruang ganti, maupun di lapangan setelah pertandingan.”

Hingga kini belum di ketahui siapa yang inisiatif untuk mengeluarkan statement dari pihak official Bhayangkara FC yang mengatakan Marc Klok rasis kepada pemainnya.

Disisi lain pemain Persib Bandung tersebut meminta pihak Bhayangkara FC untuk membuat permohonan maaf di karenakan Marc Klok merasa namanya di rugikan dari statement pihak Bhayangkara FC tersebut. ●Redaksi/***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *