Dinas Pertanian Lombok Timur Perkuat Prasarana untuk Kebutuhan Petani
HARIAN PELITA — Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur intensif mendorong pembangunan prasarana dan sarana pertanian tahun ini guna memenuhi kebutuhan masyarakat petani.
Melalui alokasi dari Pokir Dewan, dinas menganggarkan sejumlah paket infrastruktur yang difokuskan pada irigasi, embung, dan jalan usaha tani.
Kepala Bidang Prasarana Sarana Pertanian Darajata menjelaskan terdapat puluhan paket pekerjaan, termasuk 13–16 paket embung dan jaringan irigasi serta sekitar 13 paket jalan usaha tani.
Rincian paket disesuaikan dengan pagu anggaran dan kondisi lokasi masing‑masing proyek.
Pekerjaan proyek sudah melewati tahap survei dan pemilihan lokasi (CPCL), sementara beberapa proyek telah mencapai tahap penyerahan hasil pelaksanaan (PHO).
Namun, Darajata mengakui progres keseluruhan masih relatif rendah karena sejumlah lokasi belum menyerahkan proposal sehingga belum dapat masuk ke proses pengerjaan.
“Selain pembangunan infrastruktur, kita juga menyediakan bantuan bibit tanaman buah, alat dan mesin pertanian seperti traktor, serta pupuk dan pestisida sesuai kebutuhan lapangan. Bantuan non-infrastruktur ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan ketahanan pangan di tingkat petani,” Katanya, Kamis (03/06/2026)
Peralihan ke pengadaan elektronik melalui LPSE, e‑katalog, dan sistem kontraktual elektronik turut memengaruhi kecepatan pelaksanaan proyek. Menurut Darajata, walaupun digitalisasi ditujukan untuk mempercepat administrasi dan meningkatkan transparansi, implementasi awal membuat proses agak lambat karena banyak penyedia belum familiar atau belum melengkapi persyaratan administrasi.
“Kami aktif mendorong dan membimbing penyedia agar mendaftar dan melengkapi akun serta persyaratan (SBU, laporan pajak, sertifikasi personel), sehingga mereka dapat mengikuti pengadaan secara online. Langkah ini diharapkan menambah jumlah penyedia terdaftar sehingga kompetisi sehat dan transparansi terjaga,” jelasnya.
Semenatara untuk sebaran lokasi proyek dominan berada di wilayah selatan Lombok Timur, khususnya untuk embung dan jaringan irigasi, mengingat karakteristik tanah dan kebutuhan irigasi setempat.
“Tiap tahun jenis dan volume proyek bergantung pada aspirasi masyarakat di masing‑masing wilayah serta kondisi infrastruktur yang perlu dinormalisasi atau direhabilitasi akibat pendangkalan dan kerusakan,” ungkapnya. ●Redaksi/LR
