Garuda Indonesia Hadiri Konsolidasi Program MBG Bersama Presiden di Sentul
HARIAN PELITA — Ketua Umum Gerakan Dapur Indonesia (Garuda Indonesia), Nofalia Heikal Safar menghadiri konsolidasi nasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat.
Nofalia menyampaikan apresiasinya atas perhatian Presiden RI Prabowo Subianto terhadap Program Makan Gizi Gratis (MBG). Ia mengatakan Presiden sangat detail terhadap kualitas menu makanan. Itu menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membangun generasi yang sehat dan berkualitas.
“Program MBG bukan sekadar bantuan pangan, tetapi merupakan investasi besar untuk menciptakan generasi Indonesia yang sehat, kuat dan berdaya saing,” katanya, Jumat (5/6/2026).
Nofalia menambahkan Garuda Indonesia sebagai organisasi yang dipimpinnya akan fokus pada penyediaan makanan bergizi bagi siswa, balita dan ibu hamil. Menurut dia, sekaligus mendukung upaya penurunan angka stunting dan pemberdayaan ekonomi lokal.
Konsolidasi nasional diikuti sekitar 12.173 pelaksana dan mitra MBG dari seluruh Indonesia. Gerakan Dapur Indonesia melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari pelaku UMKM kuliner hingga tokoh publik untuk mendukung sosialisasi program MBG.
Nofalia menyebutkan organisasinya telah menjangkau puluhan provinsi di Indonesia serta melakukan kunjungan ke luar negeri, termasuk ke Turki dan China, sebagai bagian dari studi banding pengelolaan dapur dan program pangan.
“Kami siap mengikuti arahan Presiden untuk menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis demi terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045,” jelas Ketum Garuda Indonesia.
Ia menegaskan bahwa konsolidasi nasional ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, mitra pelaksana dan masyarakat dalam menyukseskan program MBG di seluruh Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo menekankan pentingnya menjaga kualitas makanan bagi penerima manfaat program MBG. Saran presiden bahwa telur yang disajikan kepada anak-anak dalam bentuk telur rebus atau telur ceplok.
Hal ini guna menjaga kandungan gizi. Kemudian, presiden juga menyoroti pentingnya porsi lauk ayam yang memadai agar kebutuhan nutrisi anak terpenuhi secara optimal. ●Redaksi/Dw
