2026-04-27 17:52

Gerakan Dapur Indonesia Ekspansi Bisnis ke China

Share

HARIAN PELITA —- Yayasan Garuda Biru Indonesia bersama Yayasan Salman Peduli Berkarya road show ke negara China. Ketua Umum Yayasan Gerakan Dapur Indonesia Nofalia Heikal Safar mengatakan selama satu pekan ia mengunjungi Hongkong, Shenzhen, Guang Zhou dan Shanghai serta berakhir di kota Beijing.

Adapun tujuan dari kunjungan kerja tersebut yakni untuk mengikuti Canton Fair atau China Import And Export Fair, Since 1957 di negara China dan dalam rangka melaksanakan program kerja  Gerakan Dapur Indonesia.

Selain itu, untuk mengembangkan usaha kuliner maupun produk-produk Indonesia lainnya yang bisa dipasarkan atau diekspor ke China. Sejumlah produk yang bisa diekspor ke negara Tiongkok China antara lain yaitu lada, biji pala, kayu manis, cengkeh, jahe dan kunyit sebagai komoditas utama.

“Lantaran negara kita Indonesia merupakan pemasok terbesar kedua untuk lada dan terbesar kesatu untuk biji pala atau bunga pala ke Tiongkok. Produk lain seperti kemiri dan vanila juga diminati, didukung permintaan tinggi untuk industri kuliner dan obat tradisional,” Nofalia, Senin (27/4/2026).

Berdasarkan perkembangan terkini menurut dia penjajakan kolaborasi kuliner antara Indonesia dan China lebih berfokus pada pembangunan infrastruktur dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui kemitraan strategis daripada ekspansi restoran komersial konvensional.

Penjajakan usaha dan kolaborasi menjadi poin penting ketika itu. Kolaborasi Kadin Indonesia dan China (KIKT) Kadin Indonesia Komite Tiongkok (KIKT) dan Kadin China sepakat membangun 1.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur makan bergizi gratis.

” Investasi Dapur MBG pengusaha dari China menawarkan partisipasi dan investasi dalam proyek pembangunan 1.000 dapur MBG “Gotong Royong” di Indonesia,” ujar Nofalia.

Lebih lanjut, penguatan kemitraan strategis dengan pihak-pihak terkait (Kadin dan Garuda) bertujuan memperkuat program Pemerintah Republik Indonesia. Serta ketahanan pangan dan memperluas jaringan dapur sehat, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga menjajaki model yang sukses dari negara mitra.

“Oleh karenanya pameran dan miniatur adalah program dari  Gerakan Dapur Indonesia (Garuda Biru Indonesia) telah memperkenalkan konsep dapur sehat melalui pameran miniatur di Jakarta Fair. Dan kini di Canton Fair atau China Import And Export Fair, Since 1957 Guangzhou China yang menampilkan alur produksi makan bergizi dari bahan baku hingga distribusi, sebagai bagian dari promosi standardisasi kuliner,” jelasnya. ●Redaksi/Dw

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *