2023-07-02 6:48

Ini Dialog Jokowi dengan Wartawan Ketika Tinjau Pasar Menteng Pulo Jaksel

Share

HARIAN PELITA — Keterangan Pers Presiden Joko Widodo usai Peninjauan Pasar Menteng Pulo, 15 Juni 2023

Wartawan
Hasil peninjauan pasar seperti apa, Pak, bagaimana harga-harga barang?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
— Ya, ingin melihat situasi harga, terutama berkaitan dengan inflasi setelah Lebaran. Tadi yang kita lihat memang yang naik adalah bawang merah, di angka 44 [Rp44.000]-45 [Rp45.000], dari yag sebelumnya kan hanya 32 [Rp32.000]-34 [Rp34.000], naik di 44-45. Saya kira itu saja.

Wartawan
Persediaan beras dan bahan pokok lainnya?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
— Beras enggak ada masalah. Beras tadi yang medium dijual Rp9.000 ada, Rp9.500 ada, saya kaget juga ternyata ada yang Rp9.000, bagus saya kira. Minyak juga masih Rp14.000, telur turun di Rp31.000.

Wartawan
Pak, izin Pak, soal putusan MK terkait dengan sistem pemilu, dari Presiden sendiri melihatnya bagaimana, Pak? Karena hari ini kan putusannya, Pak.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
— Ya, nanti nunggu dari MK saja. Nunggu dari MK saja, karena setiap partai, setiap orang kalau ditanya itu bisa beda-beda, karena memang dua-duanya ada kelebihan ada kelemahannya. Yang tertutup ada kelebihan ada kelemahan, yang terbuka juga ada kelebihan ada kelemahan.

Wartawan
Kemarin ketemu Ketua MK di PRJ, ngopi bareng atau ada pembicaraan tentang itu?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
— Ngopi, banyak orang masa urusan…. Enggak ada, enggak pernah campur aduk seperti itu, enggak pernah kita.

Wartawan
Dari Bapak sendiri preferensinya di antara dua pilihan itu, yang mana kira-kira, Pak, yang terbaik untuk rakyat?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo
— Ya terserah undang-undang, terserah keputusan.

Wartawan
Kita selama ini sudah menerapkan sistem pemilu secara proporsional terbuka. Jika nantinya MK memutuskan secara tertutup, pandangan Pak Presiden seperti apa?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
— Oh belum diumumkan saja, kok seandainya.

Wartawan
Kabarnya ada kasus Pak Mentan, ada kasus yang diselidiki oleh KPK dan beberapa sumber menyebutkan bahwa isu akan jadi tersangka?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
— Tanyakan ke sana, tanyakan ke sana, tanyakan ke sana.

Wartawan
Tapi arahan Presiden arahan ke menteri sendiri gimana, Pak?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
— Kan bolak-balik saya sampaikan, hati-hati mengelola keuangan negara, karena yang kita kelola ini di setiap kementerian ini gede banget, harus diawasi, harus dikontrol, harus dicek. Bolak-balik saya sampaikan, sekecil apa pun uang itu.

Wartawan
Kasusnya Pak Mentan ini ada yang mengaitkan dengan urusan politik?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
— Ya itu urusannya siapa? Kalau urusan penegak hukum ya tanyakan ke penegak hukumlah, jangan ditanyakan ke saya.

Wartawan
Pak izin, katanya Perdana Menteri Belanda sudah mengakui 17 Agustus 1945 sebagai hari kemerdekaan kita. Tanggapan pemerintah seperti apa?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
— Ya bagus, tapi nanti kita lihat, saya akan minta masukan dulu ke Menteri Luar Negeri, karena itu kan impact-nya ke mana-mana ya.

Wartawan
Pak, soal mandor asing di IKN dalam pernyataan Pak Luhut, apakah Pak Jokowi sudah mengetahui hal tersebut?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
— Apa?

Wartawan
Mandor asing di IKN untuk pembangunan Istana Negara.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
— Mandor apa, kok mandor.

Wartawan
Pengawas, Pak, untuk pembangunan Istana Negara.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
— Beda lho ya mandor sama pengawas. Ya memang sudah diusulkan dalam rapat, ya kalau hanya satu-dua untuk urusan kualitas barang nanti yang dihasilkan. Nanti kalau jelek, gimana kualitasnya? Tapi kalau hanya satu-dua yang bisa mengarahkan, yang bisa mengontrol, mengawasi, sehingga kualitasnya menjadi kualitas yang baik, kenapa tidak? ●Redaksi/Alia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *