2023-07-07 17:53

Penyaluran Bansos Sembako dan PKH Tahap II Capai 96,74%, Pos Indonesia Berkomitmen Jaga Amanah Pemerintah

Share

HARIAN PELITA — PT Pos Indonesia (Persero) menegaskan komitmennya untuk menjaga amanah pemerintah menjadi penyalur Bantuan Sosial (Bansos) Sembako dan Program Keluarga Harapan (PKH).

Pos Indonesia membuktikan diri selalu selalu melakukan inovasi, sebagai bagian dari proses transformasi menyeluruh, terkait penyaluran bantuan sebagai program dari Kementerian Sosial yang menjadi kepanjangan tangan Pemerintah.

Wujud komitmen berupa inovasi dan transformasi tersebut dilakukan Pos Indonesia setelah mengevaluasi tahap kedua atau triwulan kedua penyaluran Bansos Sembako dan PKH. Hasil tahap kedua penyaluran tersebut dinilai baik.

“Alhamdulillah, kami memang masih diberi kepercayaan oleh pemerintah melalui Kementerian Sosial untuk menyalurkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Sembako. Di triwulan dua ini, capaian kami berdasarkan data posisi tanggal 2 Juli, secara nasional kami sudah mencapai 96,74 persen,” ujar Direktur Bisnis Jasa Keuangan PT Pos Indonesia (Persero), Haris.

Haris memaparkan capaian penyaluran Bansos Sembako dan PKH yang dialokasikan kepada sekitar 3,4 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM), ada dalam skala nasional.

“Dari 3,5 juta data yang kami terima, sudah kami salurkan lebih kurang 3,4 juta. Secara nasional rata-rata kami 96,74 persen, walau ada beberapa regional yang dicapainya sudah 98 persen. Jadi, alhamdulillah kami hampir merampungkan tugas penyaluran PKH dan Sembako untuk triwulan 2 tahun 2023 ini,” tuturnya.

Meski penyaluran Bansos Sembako dan Program PKH dijalankan dengan baik, Pos Indonesia tidak cepat puas. Fakta ini justru menjadi tantangan buat Pos Indonesia agar bisa menjaga, bahkan meningkatkan kualitas layanan untuk menyalurkan bantuan-bantuan serupa pada masa mendatang.

“Kami terus melakukan berbagai upaya perbaikan. Kami senantiasa melakukan evaluasi, walau ini bukan hal yang baru. Artinya, bahwa kami sejak tahun 2020 sudah diberi amanah oleh negara untuk menyalurkan berbagai program, termasuk penyaluran Program Keluarga Harapan dan Sembako ini,” imbus Haris.

Haris juga menilai perbaikan, inovasi, dan secara bertahap melakukan transformasi digital secara menyeluruh, perlu dilakukan Pos Indonesia. Salah satu tujuannya tentu untuk menjaga kredibilitas sebagai penyalur bantuan, khususnya di hadapan pemerintah.

“Karena selain harus tepat waktu, tepat jumlah, tepat sasaran, penyaluran ini menyangkut anggaran negara akan dilakukan audit oleh BPK. Karena itu, masalah akuntabilitas menjadi hal prioritas buat kami. Kami juga melakukan upaya-upaya perbaikan dari sisi aplikasi penyaluran Bansos ini. Jadi kami lakukan perbaikan-perbaikan baik dari awal dana kami terima, sampai dana ini kami serahkan (hingga ke tangan penerima manfaat),” kata Haris.

Sejauh ini berbagai upaya telah dilakukan Pos Indonesia agar penyaluran bansos tepat waktu, tepat sasaran, dan akuntabel. Salah satunya yaitu dengan memanfaatkan teknologi berupa aplikasi, serta teknologi lainnya dalam mendukung pengumpulan dokumentasi data penerima bantuan.

“Dalam proses penyaluran ini kami memberikan fitur foto rumah, geotagging yang selama ini juga kami upayakan untuk terus kami sempurnakan. Jadi kalau selama ini misalnya berdasarkan evaluasi konfirmasi, validasi yang dilakukan oleh Kemensos masih ada data yang kurang pas, kami lakukan perbaikan,” papar Haris.

“Untuk memastikan itu, misalnya dalam penyaluran yang sekarang ini, kami sudah menyematkan artificial intelligent (AI) di aplikasi kita sehingga pada saat misalnya foto itu tidak sesuai dengan standar yang sudah kita tetapkan, ya tidak bisa ngambil foto itu,” katanya.

Sebagai langkah berikutnya, Pos Indonesia akan terus mengedepankan inovasi dan transformasi digital untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Langkah itu juga dilakukan guna meningkatkan bisnis jasa keuangan Pos Indonesia.

“Digitalisasi merupakan keniscayaan. Kami, PT Pos Indonesia, program transformasi yang kita lakukan salah satunya adalah transformasi di bidang produk kami. Ini merupakan salah satu upaya kami bagaimana kita bisa tetap bersaing di pasar. Bagaimana PT Pos Indonesia khususnya bisnis jasa keuangan tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat,” pungkas Haris. ‚óŹRed/Rls02

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *