2024-05-03 23:02

Sandiaga Uno: Santri Garda Terdepan Penjaga Ideologi Pancasila

Share

HARIAN PELITA — Penguatan ideologi Pancasila sebagai jati diri bangsa harus dimulai dari bangku sekolah, termasuk pondok pesantren.

Menyambut Hari Santri Nasional, BPIP menggelar sosialisasi pembinaan ideologi Pancasila, selain itu pesantren sebagai pencetak entreprenur yang siap menuju Indonesia Emas.

Acara diselenggarakan Ikatan Pesantren Indonesia (IPI) menyambut Hari Santri Nasional bertema “Berhikmat untuk Peradaban Pesantren demi Kejayaan NKRI” di pondok pesantren Cendikia Amanah, Depok, Jawa Barat.

Acara dihadiri Menparekraf Sandiaga Uno, sejumlah artis seperti Oka Sugawa dan Rita Hasan, Stand Up, Hendra OB & Ella Latah, presenter Ade Herlina, serta Islamic Singer Esbeye Gambus.

Sandiaga mengatakan, santri garda terdepan penjaga ideologi Pancasila, karena santri punya pengetahuan keagamaan, keumatan, memiliki iman dan takwa, serta kuat pengetahuan dan teknologi.

“Santri tugasnya dobel dibanding dengan generasi muda lainnya. Dan menjaga dalam bingkai NKRI, Pancasila dan membawa Islam yang rahmatan lilalamin, ini harapan kita ke depan”, paparnya.

Sementara terkait program Kementeriannya yang mendorong santri digital entreprenur di pondok pesantren, menurutnya, santri telah berhasil menciptakan konten bukan hanya kreatif tapi juga kolaboratif.

“Santri kita luar biasa, memiliki potensi jika kita berkolaborasi. Saya yakin sinergi ini adalah sinergi yang diharapkan pesantren, pemerintah, dan masyarakat yang akan membawa terbukanya peluang usaha dan lapangan kerja”, tandasnya.

Dikatakan, saat ini peluang mendapat pekerjaan sulit, tapi jika santri menjadi enteprenur peluang kerja terbuka. Dia bisa menciptakan lapangan kerja sendiri bukan hanya mencari lapangan kerja. Dan dengan dunia usaha kita memperkuat ekonomi hijau, yang mampu meningkatkan produksi pangan.

Kolaborasi ini diharapkan bisa meningkat digital enteprenur, sesuai dengan program yang dimiliki Kemenparekraf. Sehingga bisa menciptakan 4,4 juta peluang usaha dan lapangan kerja bagi Indonesia Emas.

Sementara Ketua Umum IPI KH.Abdul Muhaimin mengatakan, jika jaringan pesantren yang jumlahnya lebih dari 9 ribu dan ada pemasaran yang simultan ini adalah pangsa pasar yang luar biasa.

Karena itu ia berharap, dibangunya cluster komoditi dan bila ini dibina secara baik, dirinya yakin 5-10 tahun lagi pesantren jadi kartel perdagangan. Contoh bila ada boikot produk pangan, sementara santri punya banyak yang bisa menggantikan tapi belum dikenal luas. •Redaksi/Satria

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *