2026-07-06 8:45

Jessica Beatricia Valerie Dinobatkan Duta Anak Indonesia 2026, Gaungkan Stop Bullying dan Cinta Budaya Nusantara

Share

HARIAN PELITA —: Suasana Gedung Studio RRI Jakarta dipenuhi semangat, kreativitas, dan kebanggaan budaya Nusantara saat Grand Final Duta Anak Indonesia 2026 digelar meriah pada Minggu (5/7/2026).

Ajang bergengsi tingkat nasional ini sukses mempertemukan anak-anak terbaik dari berbagai provinsi untuk menjadi generasi inspiratif yang berani menyuarakan gerakan Stop Bullying dan perlindungan terhadap anak.

Setelah melalui proses seleksi dan karantina selama satu pekan di Yello Hotel Harmoni, Jakarta, para finalis menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam bidang kepemimpinan, wawasan kebangsaan, kecintaan terhadap budaya Indonesia, hingga kepedulian terhadap isu sosial.

Founder Duta Anak Indonesia, Roni, mengungkapkan bahwa persiapan penyelenggaraan telah dilakukan sejak satu tahun lalu. Menurutnya, ajang ini bukan sekadar kompetisi, melainkan gerakan nasional untuk membentuk karakter anak Indonesia yang cerdas, berprestasi, serta tetap tumbuh sesuai dengan usia mereka.

“Tahun ini diikuti peserta dari 15 provinsi, di antaranya Riau, Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Sumatera Utara, Jawa Timur, dan daerah lainnya. Kami ingin anak-anak tetap menjadi anak-anak. Mereka tidak diperbolehkan memakai busana yang terlalu dewasa atau tampil di luar usia mereka,” ujar Roni.

Selama masa karantina, para peserta mendapatkan pembinaan karakter, public speaking, kepemimpinan, serta edukasi tentang pelestarian budaya Indonesia. Mereka juga memperkenalkan pakaian adat, permainan tradisional, kuliner khas daerah, hingga bahasa daerah sebagai bagian dari misi menjaga warisan budaya bangsa.

Ajang ini dinilai oleh 8 hingga 10 dewan juri profesional yang berasal dari berbagai bidang, termasuk finalis Putri Indonesia Lingkungan 2026, mentor Putri Indonesia, akademisi Universitas Indonesia, serta tokoh-tokoh yang kompeten di bidang pendidikan dan pengembangan anak.

Roni berharap Duta Anak Indonesia ke depan dapat berkembang menjadi ajang nasional yang lebih besar dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

“Kami ingin Duta Anak Indonesia bisa hadir di televisi nasional dan mendapat dukungan dari kementerian serta seluruh pemangku kebijakan. Kami berharap gerakan ini mampu melahirkan anak-anak Indonesia yang menginspirasi, berkarakter, mencintai budaya bangsa, dan menjadi pelopor dalam menghentikan perundungan serta kekerasan terhadap anak,” tegasnya. ●Redaksi/Satria

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *