Ledakan 8.455 Gemblong di Kaligarang: Bukan Sekadar Tradisi, Ini Manifestasi “Gila” Gotong Royong Warga!
HARIAN PELITA — Desa Kaligarang baru saja membuktikan bahwa kekuatan kolektif rakyat bisa melampaui target apa pun.
Dalam gelaran Sedekah Bumi Minggu (24/5/2026) di Desa Kaligarang, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara ini awalnya “hanya” merencanakan Festival 1.000 Gemblong.
Namun apa yang terjadi di lapangan sungguh di luar nalar: warga menumpahkan rasa syukurnya hingga terkumpul 8.455 buah gemblong delapan kali lipat dari estimasi awal!. Ketukan pertama festival ditandai dengan momen sarat makna.
Petinggi Kaligarang Rokhmad Kusmanto menyerahkan gemblong pertama kepada Camat Keling Lulut Andi Ariyanto. Sebuah pesan kuat tentang sinergi antara birokrasi dan kearifan lokal menyatu dalam satu nampan makanan rakyat.

Tatapan penuh kebanggaan Petinggi Rokhmad Kusmanto saat menyerahkan Gemblong simbolis gerbang pembuka bagi ribuan berkat yang akan mengalir ke tangan warga.
Akar yang Tak Boleh Lupa Di tengah euforia, Kaligarang tak lupa pada “akar”. Prosesi bergeser ke titik paling sakral: Punden Desa.
Di sini, hiruk-pikuk festival diredam oleh doa-doa yang melangit. Petinggi, Camat, hingga jajaran perangkat desa bersimpuh, memastikan bahwa setiap gemblong yang dimakan warga hari ini telah teraliri doa keselamatan untuk setahun ke depan.
Hasil pantauan Wartawan HarianPelita.id,
“Perang” Berkah di Bawah Terik Matahari
Usai Dhuhur, suasana berubah menjadi palagan antusiasme. Gunungan hasil bumi yang megah susunan sayur dan buah yang melambangkan kesuburan tanah dikepung ribuan pasang mata.
Begitu aba-aba dimulai, terjadilah “perang” yang indah. Warga berebut gunungan dan ribuan gemblong dengan tertib namun penuh energi.
Tak ada amarah, yang ada hanya tawa dan keyakinan bahwa setiap helai sayur atau butir ketan yang didapat adalah magnet rezeki bagi rumah tangga mereka.
Bukan sekedar ambisi 10.000 Gemblong: Menantang Batas di Tahun Depan. Bagi petinggi Rokhmad Kusmanto, angka 8.455 hanyalah awal.
Dengan nada bicara yang penuh determinasi, ia melemparkan tantangan terbuka untuk tahun depan.
“Harapan kami bukan lagi soal angka, tapi soal kebanggaan desa. Tahun depan, kita bidik 10.000 Gemblong! Desa Kaligarang harus punya standar baru dalam melestarikan budaya,” tegasnya optimis.
Ia menutup dengan pesan tajam: Sedekah Bumi bukan pesta pora, melainkan pembuktian bahwa selama warga Kaligarang masih bisa bergotong royong, desa ini tidak akan pernah kekurangan berkah. ●Redaksi/Asq
