2026-04-30 14:37

Wakil Bupati Lotim Buka Workshop Sterilisasi dan Vaksinasi Pencegahan Rabies

Share

HARIAN PELITA — Kepala Dinas  Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lotim mendampingi Wakil Bupati H Edwin Hadiwijaya dalam pembukaan Workshop  Sterilisasi dan Vaksinasi Anjing sebagai upaya memperkuat pencegahan rabies serta menekan angka gigitan anjing dilaksanakan di Aula Kantor Dinas Peternakan Kabupaten Lombok Timur,  Kamis (30/4/2026).

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lotim  H Mashur saat diwawancara diruang kerjanya terkait kegiatan ini menyampaikan bahwa kegiatan melibatkan berbagai pemangku kepentingan lintas sektor, dengan fokus pada pengendalian populasi anjing liar, edukasi masyarakat, serta penguatan sistem penanganan kasus gigitan.

Disebutkan bahwa kasus gigitan anjing di Lotim menunjukkan peningkatan signifikan,  dalam tahun 2025 hingga 2026.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan, beberapa wilayah bahkan mencatat lebih dari 100 kasus dalam dua tahun terakhir, dengan zona utara dan barat sebagai wilayah dengan kasus tertinggi.

Peningkatan kasus ini dipengaruhi beberapa faktor, di antaranya pertumbuhan populasi anjing yang tidak terkendali, keterbatasan ketersediaan makanan, serta periode musim reproduksi yang berlangsung antara April hingga Oktober.

Kondisi tersebut memicu peningkatan agresivitas anjing, terutama anjing liar yang memiliki karakter yang  sensitif terhadap gangguan di wilayah sekitarnya.
Korban gigitan yg dilaporkan sebagian besar dari  anak-anak, sehingga diperlukan langkah edukasi dan pencegahan dini.

Lombok Timur secara umum hingga saat ini masih berstatus bebas rabies. Namun, posisi geografis yang berdekatan dengan wilayah endemis seperti Pulau Sumbawa dan Bali menjadi tantangan tersendiri.

“Laut menjadi penghalang alami yang menjaga Lombok Timur tetap aman. Namun kewaspadaan harus terus ditingkatkan,” ungkap salah satu pemateri dalam kegiatan tersebut.

Secara medis, tidak semua kasus gigitan anjing berkaitan dengan rabies. Beberapa kejadian bahkan disebabkan oleh luka serius di area vital yang berujung pada pendarahan hebat. Namun demikian, rabies tetap menjadi ancaman serius karena bersifat fatal apabila virus telah mencapai sistem saraf pusat.

Melalui workshop ini, Dinas Peternakan menekankan pentingnya pendekatan komprehensif, mulai dari edukasi kepada masyarakat, khususnya siswa sekolah dasar, hingga pengendalian populasi anjing melalui program sterilisasi dan vaksinasi.ungkap pemateri. ●Redaksi/LR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *