2026-06-23 10:52

Bentrok Berdarah di Limo Depok Polisi Periksa Dua Ormas

Share

HARIAN PELITA – Polisi tengah menyelidiki bentrokan antara organisasi masyarakat Horas Bangso Batak (HBB) dan Pemuda Batak Bersatu (PBB) terjadi di Jalan Benda, Kecamatan Limo, Kota Depok pada Senin malam, 22 Juni 2026.

Peristiwa tersebut mengakibatkan sejumlah orang mengalami luka dan kedua kubu saling membuat laporan polisi. Keributan dilaporkan terjadi sekitar pukul 23.44 WIB.

Petugas Polsek Cinere menerima informasi langsung mendatangi lokasi untuk mengamankan situasi dan mencegah bentrokan meluas.

Saat ini penyidik  masih mengumpulkan keterangan saksi serta mendalami laporan dari kedua belah pihak.

Berdasarkan keterangan pihak HBB, keributan bermula saat sejumlah anggotanya memasang bendera organisasi di kawasan Jalan Benda pada tengah malam.

Mereka mengaku memilih waktu tersebut agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat sekitar.

Menurut Frenki Hutasoit dan Edward Napitupulu, setelah pemasangan bendera selesai, sebuah kendaraan yang disebut bertuliskan Pemuda Batak Bersatu datang ke lokasi sambil membunyikan sirene. Situasi kemudian memanas hingga terjadi adu mulut yang berujung dugaan penganiayaan.

“Awalnya kami hanya memasang bendera organisasi. Tidak lama kemudian terjadi perdebatan dan situasi berubah menjadi keributan,” kata Frenki.

Dalam laporan dibuat ke Polres Metro Depok, Frenki mengaku mengalami pendarahan pada hidung akibat pukulan yang diterimanya.

Sementara Edward Napitupulu mengaku mengalami luka pada bagian kepala setelah diduga dipukul menggunakan gelas oleh sejumlah orang yang dilaporkannya.

Di sisi lain, kubu PBB membantah menjadi pihak yang memulai kekerasan. Tombus Silaban, yang juga melaporkan kejadian tersebut ke polisi, mengaku justru menjadi korban pengeroyokan saat keributan berlangsung.

Tombus menuding sejumlah anggota HBB melakukan tindakan kekerasan terhadap dirinya, mulai dari pemukulan hingga pencekikan.

Akibat kejadian itu, ia mengaku mengalami luka pada wajah sebelah kanan dan lecet pada bagian kaki.
Kepolisian mencatat kedua kubu telah menjalani pemeriksaan medis di Rumah Sakit Bhayangkara Brimob untuk kepentingan visum.

Setelah proses pelaporan dan visum selesai dilakukan, para korban kembali ke rumah masing-masing.

Polres Metro Depok memastikan kasus tersebut akan ditindaklanjuti oleh Satuan Reserse Kriminal. Penyidik saat ini masih memeriksa saksi-saksi dan mengkaji hasil visum guna menentukan unsur pidana serta pihak yang bertanggung jawab dalam bentrokan tersebut. ●Redaksi/IA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *