2026-06-29 21:34

132 Finalis Abnon Cilik 2026 Hidupkan Kembali Pasar Seni Ancol

Share

HARIAN PELITA — Pasar Seni Ancol, Jakarta Utara kembali bergeliat di malam hari. Suasana yang begitu hidup pada dekade 90-an kembali terasa saat malam final Pemilihan Abang None (Abnon) Cilik 2026 berlangsung, Minggu (28/6/2026).

Sebanyak 132 finalis dari berbagai wilayah di Jakarta yang terbagi dalam tiga kategori usia tampil menunjukkan bakat, kemampuan, serta pengetahuan tentang budaya Betawi di hadapan dewan juri dan ribuan penonton.

Ajang yang digagas Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB) bekerja sama dengan PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk ini merupakan puncak seleksi dari 336 peserta yang sebelumnya mengikuti audisi di Plaza Kalibata.

Dari ratusan peserta tersebut, sebanyak 132 finalis berhasil melaju ke malam final untuk memperebutkan gelar Abang dan None Cilik 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Jakalcer Fest di kawasan Ancol dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta sekaligus HUT ke-50 Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB).

Pada babak final, para peserta kembali bersaing hingga terpilih 10 pemenang di setiap kategori usia, yakni Juara I, Wakil I, Wakil II, Harapan I, dan Harapan II untuk kategori Abang maupun None.

Antusiasme para pendukung membuat kawasan Pasar Seni Ancol dipadati ribuan pengunjung. Suasana semakin semarak dengan kehadiran Komisaris PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk Lies Hartono (Cak Lontong), Ketua Umum Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB) H Beky Mardani, serta jajaran Persatuan Seniman Komedi Indonesia (PASKI) yang turut menghibur para pengunjung.

Proses penilaian dilakukan oleh dewan juri yang terdiri atas Ferdeo, Salman Ali Farabi, Eske Masayu Ineejeane Vantia, Zeezee Shahab, Restu Maulida Hasanah, Rika Lestari, dan H Ahmad Supandi dari LKB, serta Ahmad Faisal Ridwan, selaku koordinator Abnon.

Ahmad mengatakan, dewan juri menggunakan empat aspek utama dalam menentukan pemenang, yaitu penampilan dan tata busana, keberanian serta ekspresi di atas panggung, pengetahuan dasar budaya Betawi, dan kejelasan artikulasi.

“Kami menilai peserta berdasarkan empat aspek utama, yaitu penampilan dan tata busana, keberanian serta ekspresi panggung, pengetahuan dasar budaya Betawi, dan kejelasan artikulasi saat berbicara,” ujar Ahmad.

Salah satu kisah inspiratif datang dari Misi Utami, ibu dari Mendhayu Alunan Surga (13), yang tetap mendampingi putrinya sejak audisi hingga malam final meski menggunakan kursi roda. Dukungan tersebut membuahkan hasil setelah Mendhayu meraih Juara Harapan II Kategori C.

Menurut Misi, putrinya memang memiliki kecintaan terhadap budaya Betawi. Sebagai keluarga berdarah Betawi asal Marunda, ia berharap ajang ini dapat memotivasi anaknya untuk semakin mendalami sejarah Betawi sekaligus mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris.

“Alhamdulillah anak saya bisa meraih Juara Harapan II. Mudah-mudahan tahun depan dia bisa belajar lebih giat lagi mendalami sejarah budaya Betawi dan semakin lancar berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Tadi dia menjawab pertanyaan para juri menggunakan bahasa Inggris, artinya dia juga menunjukkan bakat lainnya. Kalau soal kecintaannya, sudah pasti pada budaya Betawi, bahasa Betawi, dan tentunya sejarah Betawi,” ujar Misi.

Cerita serupa datang dari Faizal Akbar (44), orang tua Khairi dan Almair yang dikenal melalui akun media sosial “Pitung” dan “Ji’ih”. Pada ajang tersebut, Khairi berhasil meraih Juara II Kategori C, sedangkan Almair menjadi Juara I Kategori B.

Faizal mengatakan kedua anaknya mengikuti Abang None Cilik atas keinginan sendiri. Selama lebih dari satu tahun mereka aktif membuat konten budaya Betawi di media sosial dan mempersiapkan diri dengan mempelajari sejarah Betawi, pencak silat, serta pengetahuan umum.

“Anak-anak memang sudah senang dengan budaya Betawi dan membuat konten tentang Betawi sejak lebih dari setahun lalu. Harapan saya, mereka bisa terus memperkenalkan budaya Betawi kepada teman-teman sebayanya. Generasi muda inilah yang nantinya akan meneruskan dan memajukan budaya Betawi di masa depan,” kata Faizal.

Ketua Panitia Abang None Cilik 2026 Zeezee Shahab menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Menurutnya, kolaborasi antara LKB, Ancol, Plaza Kalibata, para peserta, dan orang tua menjadi kunci sukses penyelenggaraan tahun ini.

“Alhamdulillah, saya senang dan bangga acara ini bisa terselenggara dengan baik dan lancar berkat dukungan semua pihak. Insya Allah, Abang None Cilik bisa menjadi agenda tahunan yang selalu dinantikan,” ujar Zeezee.

Sementara itu Ketua Umum LKB H Beky Mardani menegaskan Abang None Cilik akan terus dikembangkan sebagai agenda tahunan hasil kolaborasi LKB dan Ancol.

Menurutnya, ajang ini bukan sekadar kompetisi, tetapi menjadi bagian dari pembinaan generasi muda dalam mengenal, melestarikan, dan mengembangkan budaya Betawi.

“Kami bersama Ancol akan menjadikan kegiatan ini sebagai agenda rutin setiap tahun. Tahun ini menjadi bahan evaluasi untuk menyempurnakan penyelenggaraan ke depan, sekaligus memperkuat pembinaan generasi muda agar semakin mengenal dan mencintai budaya Betawi,” kata Beky.

Komisaris PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk Lies Hartono atau Cak Lontong berharap Pasar Seni Ancol kembali menjadi pusat aktivitas seni dan budaya seperti masa kejayaannya dahulu.

Menurutnya, berbagai kegiatan budaya perlu terus dihadirkan agar masyarakat kembali datang dan menghidupkan kawasan tersebut.

“Dulu Pasar Seni ramai karena banyak yang datang. Sekarang tugas kita adalah membuat semakin banyak orang tahu dengan menghadirkan berbagai macam kegiatan yang bisa mengundang orang banyak, seperti Abang None Cilik ini. Kalau semakin banyak yang tahu, maka semakin banyak pula yang datang, dan Pasar Seni bisa kembali hidup seperti masa kejayaannya,” ujar Cak Lontong.

Abnon Cilik 2026 didukung sejumlah pihak, antara lain Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Plaza Kalibata, Forum Jurnalis Betawi (FJB), Jakarta Creative, hingga Bens Radio.

Daftar Pemenang Abang None Cilik 2026

Kategori A (Usia 5–8 Tahun)

– Juara I: Abang 109 – None 89
– Wakil I: Abang 05 – None 53
– Wakil II: Abang 146 – None 108
– Harapan I: Abang 19 – None 90
– Harapan II: Abang 09 – None 72

Kategori B (Usia 9–12 Tahun)

– Juara I: Abang 26 – None 21
– Wakil I: Abang 86 – None 125
– Wakil II: Abang 85 – None 91
– Harapan I: Abang 72 – None 92
– Harapan II: Abang 89 – None 115

Kategori C (Usia 13–16 Tahun)

– Juara I: Abang 51 – None 25
– Wakil I: Abang 18 – None 38
– Wakil II: Abang 28 – None 50
– Harapan I: Abang 56 – None 14
– Harapan II: Abang 55 – None 16. ●Redaksi/DNH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *