2026-05-14 13:37

Mahasiswa Asal Masbagik Lotim Raih Juara 3 Business Plan Competition HIPMI NTB

Share

HARIAN PELITA — Mahasiswa Universitas Mataram asal Kecamatan Masbagik kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat regional.

Tiga mahasiswa muda tersebut adalah Muhamad Dicky Subagia, Aryanto Arbi, dan Zidni Ilman berhasil meraih juara 3 dalam ajang Lomba Business Plan yang diselenggarakan oleh HIPMI NTB.

Kompetisi diikuti 25 Tim peserta dari berbagai perguruan tinggi dan kalangan wirausaha muda di Nusa Tenggara Barat.

Seluruh peserta terlebih dahulu melewati tahapan seleksi proposal bisnis yang dinilai langsung Dewan Juri berdasarkan aspek inovasi, keberlanjutan usaha, hingga dampak sosial dan ekonomi.

Dari proses seleksi berlangsung ketat, hanya 10 tim terbaik dinyatakan lolos ke tahap presentasi.

Tiga Mahasiswa asal Masbagik tersebut menjadi salah satu peserta yang berhasil masuk dalam jajaran 10 besar dan berkesempatan mempresentasikan ide bisnis mereka di hadapan tiga juri profesional dari kalangan akademisi dan pengusaha pada sesi presentasi yang digelar di Camoris Coffe & Resto, Pagutan, Mataram, pada Sabtu, 9 Mei 2026.

Setelah melewati penilaian lanjutan, panitia kemudian mengumumkan tiga tim terbaik yang lolos menuju babak final. Kembali, tim Mahasiswa Universitas Mataram asal Masbagik berhasil mempertahankan posisinya dan masuk dalam kategori tiga besar terbaik.

Babak final berlangsung di Prime Plaza Hotel Mataram hari Rabu, 13 Mei 2026 dengan menghadirkan dewan juri serta sejumlah investor yang turut menyaksikan presentasi para finalis.

Dalam kesempatan tersebut, Tim Universitas Mataram asal Masbagik memaparkan inovasi bisnis yang berjudul “KroHerb: Inovasi Pelet Pakan Ternak Fungsional Berbasis Budidaya Kroto Herbal Untuk Mendukung Sistem Pertanian dan Peternakan Keberlanjutan”.

Inovasi KroHerb lahir dari keresahan terhadap berbagai persoalan di sektor Peternakan, khususnya tingginya ketergantungan terhadap pakan komersial berbahan sintetis dan penggunaan antibiotik sebagai growth promoter. Penggunaan bahan kimia secara berlebihan dinilai berisiko menimbulkan resistensi antimikroba yang berdampak pada kesehatan hewan, manusia, maupun lingkungan.

Selain itu, harga pakan berkualitas yang relatif mahal juga menjadi tantangan serius bagi para peternak. Berangkat dari kondisi tersebut, Tim Mahasiswa Universitas Mataram asal Masbagik mencoba menghadirkan solusi alternatif berupa pelet pakan berbasis Kroto dan bahan Herbal Alami yang lebih ekonomis serta ramah lingkungan. ●Redaksi/LR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *