2023-07-04 5:17

Peringatan Hari Ibu 2022 Kowani Louching Gerakan Ibu Bangsa Berwakaf

Share

HARIAN PELITA — Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Peringatan Hari Ibu (PHI) Ke-94 bertepatan dengan tanggal 22 Desember 2022.

Dalam kegiatan itu, Kowani malaksanakan Louching Gerakan Ibu Bangsa Berwakaf untuk menghimpun dana abadi. Ketua Umum Kowani Giwo Rubianto Wiyogo menjelaskan pihaknya pun menggelar kegiatan melalui webinar.

“Acara puncak peringatan Hari Ibu akan diselenggarakan di Bengkulu pada 22 Desember 2022. Sedangkan Dewan Pimpinan Kowani dan Pengurus Bidang akan melaksanakan upacara bendera dalam rangka PHI Ke-94 Tahun 2022 di Kantor Kowani, Jakarta Pusat,” kata Giwo di Kantor Kowani, Jakarta Pusat, Selasa (20/12/2022

Kemudian, Kowani juga menggelar webinar peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke-94 Tahun 2022, Peran Perempuan Indonesia di Kancah Internasional (side event G20), Roadshow Offline UMKM Kowani, Perempuan dalam Literasi Keuangan di 22 Kota di Indonesia, dan Webinar Meneladani Semangat Dari 14 Pahlawan Wanita Indonesia.

Lebih lanjut, menurut Giwo Peringatan Hari Ibu merupakan pengingat untuk seluruh rakyat Indonesia terutama generasi muda, sebagai hari kebangkitan dan persatuan. Serta kesatuan perjuangan kaum perempuan yang tidak terpisahkan dari kebangkitan perjuangan bangsa.

“Untuk itu perlu diwarisi api semangat juang guna senantiasa mempertebal tekad untuk melanjutkan perjuangan nasional menuju terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945,” jelas Giwo.

Kata Giwo, semangat perjuangan kaum perempuan Indonesia sebagaimana tercermin dalam lambang Hari Ibu berupa setangkai bunga melati dengan kuntumnya, yang menggambarkan, pertama, kasih sayang kodrati antara ibu dan anak.

Kedua yaitu kekuatan, kesucian antara ibu dan pengorbanan anak. Kemudian, ketiga, ialah kesadaran wanita untuk menggalang kesatuan dan persatuan, keikhlasan bakti dalam pembangunan bangsa dan negara.

Sedangkan, Giwo mengatakan, semboyan pada lambang Hari Ibu Merdeka Melaksanakan Dharma mengandung arti bahwa tercapainya persamaan kedudukan, hak, kewajiban dan kesempatan antara kaum perempuan dan kaum laki-laki.

Hal ini merupakan kemitrasejajaran yang perlu diwujudkan dalam kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara demi keutuhan,kemajuan dan kedamaian bangsa Indonesia.

Sebagai informasi, peringatan Hari Ibu di Indonesia adalah bukan perayaan “Mother’s Day” sebagaimana yang diperingati di negara lain. Kata Giwo Sejarah mencatat dicetuskannya Hari Ibu di Indonesia merupakan tonggak perjuangan perempuan untuk terlibat dalam upaya kemerdekaan bangsa dan pergerakan perempuan Indonesia dari masa ke masa dalam menyuarakan hak-haknya guna mendapatkan perlindungan dan mencapai kesetaraan. ●Red/Dw

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *