2026-07-19 13:08

Bos Perusahaan Tewas di Hotel St Regis Jaksel, JMP Desak Polisi Bongkar Celah Keamanan Hotel

Share

HARIAN PELITA – Jurnalis Mitra Polri (JMP) mempertanyakan sistem keamanan Hotel St Regis, Setiabudi, Jakarta Selatan, menyusul meninggalnya seorang petinggi perusahaan berinisial WH (47) ditemukan tewas di dalam kamar hotel dengan luka tembak pada Rabu, 15 Juli 2026.

Berdasarkan keterangan Polres Metro Jakarta Selatan, korban ditemukan meninggal dunia di kamar hotel setelah sopir korban diminta keluarga untuk memeriksa kondisinya.

Dari hasil penyelidikan sementara, polisi menduga korban meninggal akibat bunuh diri menggunakan senjata api yang disebut memiliki dokumen kepemilikan yang sah. Polisi juga menyatakan belum menemukan adanya indikasi tindak pidana dalam peristiwa tersebut.

Ketua  Paguyuban JMP, Ikhwan Aziz, mengatakan selain mengusut penyebab kematian korban, kepolisian juga perlu mendalami aspek pengamanan hotel, termasuk bagaimana senjata api dapat masuk hingga ke kamar hotel.

“Kasus ini tidak hanya menyangkut penyebab kematian korban, tetapi juga menimbulkan pertanyaan mengenai sistem keamanan hotel. Bagaimana mekanisme pemeriksaan tamu? Apakah ada prosedur untuk mendeteksi barang berbahaya seperti senjata api? Hal-hal ini penting dijelaskan agar tidak menimbulkan keresahan masyarakat,” kata Aziz dalam keterangan tertulisnya, Minggu (19/7/2026).

Menurut Ikhwan, hotel berbintang yang menjadi tujuan tamu domestik maupun internasional semestinya memiliki standar keamanan yang ketat untuk menjamin keselamatan seluruh pengunjung.

“Kami tidak ingin berspekulasi atau menyimpulkan adanya kelalaian. Namun, evaluasi terhadap prosedur keamanan perlu dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal JMP, Arif Yunianto, meminta kepolisian mengusut seluruh aspek dalam perkara tersebut, termasuk asal-usul, legalitas, dan prosedur kepemilikan senjata api yang digunakan korban, serta bagaimana senjata itu dapat dibawa masuk ke area hotel.

“Jika benar senjata api tersebut dimiliki secara sah, publik tetap perlu mendapatkan penjelasan mengenai mekanisme pengamanan di hotel. Evaluasi ini penting sebagai bagian dari upaya meningkatkan standar keamanan di ruang publik, khususnya hotel berbintang,” ujar Arif. ●Redaksi/IA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *