Menuju Indonesia Emas: Gerakan Orang Tua Asuh di UPTD P5A Cihaurbeuti
HARIAN PELITA – Komitmen kuat dalam mewujudkan generasi yang sehat, cerdas dan berkualitas terus ditunjukkan Pemerintah Daerah.
Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KBP3A) Kabupaten Ciamis melalui UPTD P5A Kecamatan Cihaurbeuti dan Sindangkasih kini mengambil langkah strategis dengan menginisiasi Gerakan Orang Tua Asuh.
Inisiatif mulia ini digagas sebagai upaya konkret dalam mempercepat penurunan angka stunting serta meningkatkan kualitas tumbuh kembang anak.
Kegiatan Sosialisasi Gerakan Orang Tua Asuh Berlangsung di Kantor UPTD P5A Kecamatan Cihaurbeuiti pada Senin (19/4/2026)
Hadir Kepala UPTD P5A Cihaurbeuti Sekmat Cihaurbeueti, Kasi PMD Kecamatan Sindangkasih ,UPTD Bina Marga Panumbangan, Perwakilan Dinas Kesehatan, Kepala Desa Sukamulya serta unsur lain.
Kasi PMD Sindangkasih Rini menegaskan bahwa dengan sosialisasi gerakan ini merupakan bentuk nyata kepedulian dan tanggung jawab bersama.dalam upaya menurunkan angka stunting di Kecamatan Sindangkasih dan Cihaurbeuti.
“Untuk Kecamatan Sindangkasih sendiri angka stunting tahun 2025 ada peningkatan tetapi tahun 2026 ada penurunan sekitar 10 persen,” ujar Rini.
Melalui konsep “Orang Tua Asuh”, diharapkan terjalin ikatan emosional dan dukungan yang komprehensif bagi anak-anak serta keluarga yang membutuhkan perhatian lebih.
Sementara Tim Penggerak Pengendali Stunting (TPPS) Kecamatan Cihaurbeuti Sekmat Cihaurbeuiti Risnandar mengapresiasi kegiatan ini bentuk inovasi dalam percepatan penurunan angka stunting di Kecamatan Cihaurbeuti.
“Bukan saja pemerintah tetapi perlu melibatkan berbagai elemen termasuk para agnia ,pengisaha yang ada di Kecamatan Cihaurbeuti,” ungkapnya.
Dengan Sosialisasi Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting ini dibutuhkan kehadiran seorang orang tua asuh tidak hanya sekadar memberikan bantuan materiil, tetapi juga perhatian, kasih sayang, dan bimbingan yang sangat krusial di masa emas pertumbuhan anak,” ungkapnya.
Program ini mencakup pemenuhan asupan gizi yang seimbang, pemantauan tumbuh kembang secara berkala, hingga penyuluhan mengenai pola asuh yang baik dan benar.
Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada satu pun anak yang terlantar atau kehilangan haknya untuk tumbuh dengan optimal menuju Indonesia emas. ●Redaksi%Lili Romli
