2024-05-05 9:42

Penyu Emas Danau Moloku Dipamerkan di Karnaval Seni Budaya Buton Utara

Share

HARIAN PELITA — Penyu emas danau Moloku jadi icon pawai kontingen Kabupaten Buton Utara (Butur) saat mengikuti pawai karnaval seni budaya dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) ke 59 diselenggarakan di depan Taman Kota Kendari, Senin, 8 Mei 2023.

Danau Moloku merupakan salah satu spot wisata yang menjadi kebanggaan masyarakat setempat. Pasalnya, memiliki keunikan tersendiri, yakni Penyu Emas,” kata Bupati Butur Muhammad Ridwan Zakariah.

Peserta Pawai karnaval asal Kabupaten Butur memakai baju adat ‘Penyu Emas Moloku’. Penyu Emas Moloku merupakan satwa yang sudah hidup ratusan tahun di Kabupaten Buton Utara.

Selain itu juga, Penyu Emas Moloku menjadi salah satu satwa yang dipelihara kerajaan besar Kulisusu yang bernama Almul atau dengan panggilan Lamoloku.

Penyu Emas ini pernah mendapatkan nominasi destinasi wisata terbaik di tingkat nasional pada ajang Anugrah Pesona Indonesia (API). Keangguhan yang indah hingga danau Moloku sangat disakralkan masyarakat Butur.

Melihat Penyu Emas Moloku adalah impian setiap orang yang berkunjung bahwa keemas pada penyu menjadi salah satu kejayaan, kekayaan dan kekuasaan. Sehingga, dipercaya siapapun melihat penyu tersebut akan mendapatkan keberuntungan bagi dirinya sendiri,” lanjutnya.

“Dan orang yang pernah melihat langsung Penyu Emas Moloku adalah saya sendiri,” tutur orang nomor satu di Butur itu.

Sekda Sultra, Asrun Lio menambahkan, pawai ini sebagai ekspresi kebahagiaan masyarakat Sulawesi Tenggara karena usianya yang ke-59 tahun. Bumi anoa telah mengalami berbagai macam kemajuan yang membanggakan.

“Pawai budaya yang kita laksanakan pada hari ini juga merupakan cara kita untuk merawat kebudayaan yang ada di Sulawesi Tenggara, sehingga Sultra memiliki kekayaan alam yang sangat luar biasa,” ungkapnya.

Namun kekayaan akan terus digali pada waktunya akan habis, untuk itu, dimasa depan Sulawesi Tenggara tidak hanya terletak kekayaan alam tetapi potensi kebudayaan dan pariwisata yang terus kita gali akan membuat daerah ini akan maju kedepannya.

“Untuk, peserta pawai yang mengikuti kegiatan ini berjumlah 350 peserta dari 17 perwakilan Kabupaten/kota, OPD Sultra, instansi vertikal, kerukunan keluarga Moronene Sulawesi Tenggara, paguyuban pasudan Sultra dan Shorinjikempo Sultra,” tutupnya. ●Red/Man

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *