2024-05-15 6:07

Naila Novaranti Bawa Klub Sepak Bola “Serval” Juara Charity “Sport for Hope”

Share

HARIAN PELITA — Setelah sukses membawa artis Ratna Listy terjun payung tandem di atas bandara Nusawiru, Pangandaran, Jawa Barat, beberapa waktu lalu, pelating terjun payung internasional, Naila Novaranti kembai meraih prestasi gemilang, tapi kali ini di olahraga Sepakbola.

Naila Novaranti yang dikenal sebagai pelatih terjun payung di 42 negara menjadi manajer klub sepak bola anak muda, Serval yang berdiri sejak 3 tahun lalu. Naila bersama Manajer: Randi Karneva, Kepad Bendahara : Uswanto, Bendahara : Ardiansya dan para pemain diisi sejumlah anak muda, seperti : Ings 9 (Inggris), Ilham 22, Sandi 10, Wildan 6, Akbar 8, Kael 7, Rian 16, Reza 5, Caplang 24, Heru 12, Dafa, Nov 3, Cada 2, Fajar 23, Ghulam 27, Verdi 4, Abai 22, Sonic 18, Rido 11, Uus 92.

Di Liga amal untuk kanker yang digelar finalnya di Lapangan 2 Stadion Jakarta International, Kemayoran, melibatkan 5 klub sepak bola, Serval, Wacana FC, PKFC A, BRRS FC dan PKFC B. Dan klub yang diasuh Naila meraih juara umum meraih piala pertandingan Charity Match Pita Kuning pada Minggu, 20 Februari 2022.

Klub Serval diisi anak muda dari seluruh Indonesia dan diisi satu pemain dari Inggris, Chris Ings berkaos nomer 9 menang telak 7:0 saat menjamu PKFC A dan menundukan klub Bogor Raya Sadulur FC dengan skor akhir 2:0. Serta menaklukan klub Wacana FC 2:1. Namun Serval yang basecampnya di Tangerang, Jawa Barat menelan kekalahan saat menjamu tim PKFC hanya ditekuk 0:1.

“Alhamdulillah…Kemenagan ini kami persembahkan untuk semua tim yang bermain karena kami disini bertanding untuk berpartisipasi berdonasi bersama di Charity Match for Hope yang diselenggarakan Pita Kuning untuk donasi penderita kanker di Jakarta. Disini semua semangat bertanding persahabatan dengan fair play,” ujar Naila Novaranti kepada awak media usai pertandingan menerima piala turnamen di Lapangan 2 Jakarta International Stadium.

Sebagai manajer klub, Naila yang pernah meraih penghargaan Women of The Year 2019, mengungkapkan klub Serval yang diasuhnya diberi nama dari sebuah filosofi seekor kucing dari eropa yang larinya sangat cepat. Dan seluruh pemain Serval yang rata-rata masih berusia 17-20-‘ tahun jika bertanding harus main cepat secapat kucing serval untuk menggolkan bola bundarnya ke jaring lawan.

“Nama klub Serval sangat berpengaruh bagi tim kami. Setiap bertanding mereka harus main cepat dan cepat menggolkan bola. Itu motto dan visi Serval dan akhirnya disini kami memenangkan turnamen ini,” jelas Naila.

Sementara Sekretaris Serval Randi Karneva menambahkan bahwa ajang sepakbola antar klub baik secara nasional dan lokal dalam pertandingan memang akan diisi pula dengan kegiatan amal. Kegiatan seperti inilah yang menjadi pemicu semangat timnya.

“Insya Allah, Serval nantinya akan menjajal pertandingan-pertandingan sepak bola bukan hanya di Indonesia saja tapi kita ada rencana ke negara tetangga. Karena itu, tim serval harus lebih giat lagi belajar dari pengalaman agar bisa mengimbangi permainan tim sepak bola di negara asia dan eropa,” tandas Randi. ●Red/Satria

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *