2026-05-03 17:42

Penyelamatan Aset “Mati” hingga Pengakuan Paris: Wajah Baru Geopark Rinjani di Tangan GM Baru

Share

HARIAN PELITA — Nyaris diratakan dengan tanah karena dianggap beban anggaran, bangunan Pusat Informasi Geopark Rinjani di Sembalun akhirnya resmi “hidup kembali”.

Peresmian operasional dilakukan Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal pada Sabtu malam (02/05/2026), menjadi titik balik penting bagi masa depan pariwisata Lombok Timur.

Gedung yang kini berdiri megah itu sempat mengalami fase ketidakjelasan fungsi pascagempa 2018.

Sekretaris Daerah Lombok Timur H Muhammad Juaini Taofik blak-blakan mengakui bahwa aset daerah ini semula dipandang sebelah mata sebelum akhirnya Geopark Rinjani meraih pengakuan internasional.

Kabar paling menggetarkan datang dari Paris, Prancis. Sidang revalidasi UNESCO resmi memberikan status “Green Card” kepada Geopark Rinjani.

Status ini mengukuhkan posisi Rinjani dalam jaringan elit Geopark dunia.
Namun, status ini bukan tanpa syarat. UNESCO menitipkan “PR” besar berupa lima rekomendasi ketat yang harus tuntas dalam empat tahun ke depan.

Fokusnya mulai dari pemberdayaan perempuan dalam konservasi hingga pembenahan total pariwisata berkelanjutan dikawasan Gili.

Gubernur Lalu Muhammad Iqbal menegaskan bahwa peresmian ini bukan sekadar seremoni gunting pita. Ditengah kondisi fiskal yang terbatas, ia menantang pengelola untuk tetap inovatif.

“Kita harus bergerak dengan data. Perlu petugas khusus yang siaga mengintegrasikan informasi kawasan secara real-time. Jangan biarkan keterbatasan anggaran mematikan inovasi,”tegas Gubernur.

Sekda Juaini Taofik menyoroti dari rumus pengembangan pariwisata 3A (Aksesibilitas, Amenitas, dan Atraksi), unsur “Atraksi” masih menjadi lubang besar di Lombok Timur.

Kehadiran sosok”Qwadru Putro Wicaksono” sebagai General Manager baru diharapkan membawa “darah segar” untuk menciptakan magnet wisata baru di Sembalun dan Desa-Desa sekitar, demi mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Pusat Informasi Geopark Rinjani kini mengemban misi berat: menjaga keseimbangan antara pelestarian warisan geologi, keanekaragaman hayati, dan budaya. Targetnya jelas, yakni memastikan Gunung Rinjani tetap lestari sekaligus menjadi mesin ekonomi bagi masyarakat lokal. ●Redaksi/Pan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *