2026-05-07 20:22

Sasaran 135 Orang Skrining Sistematis Tuberkulosis di Desa  Ciomas Cegah Penularan

Share

HARIAN PELITA — Upaya penanggulangan penderita penyakit Tuberkulosis (TBC) terus diperkuat melalui implementasi program Skrining Sistematis menyasar kelompok-kelompok berisiko tinggi.

Langkah strategis ini diambil untuk memastikan deteksi dini serta penanganan yang konferehensif.

Kegiatan Layanan Skrining Sistematis Tuberkulosis berlangsung di Aula Kantor Desa Ciomas, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis pada Kamis (7/5/2026).

Program ini secara khusus menargetkan,  adapun indek sasaran  sekitar 135  orang bagi penderita yang pernah di obati maupun orang sedang di obati.

Itu diungkapkan Upen Suhendar Pj  Program Skrining Sistematis Tuberkulosis Dinas Kesehatan UPTD Puskesmas Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis pada Kamis (7/5/2026)

“Ada tiga kategori populasi utama yang menjadi prioritas intervensi kesehatan dalam program Skrining Sistematis Tuberkulosis( TBC)  ke 1 diantaranya hindari  Kontak Erat dari Indeks Kasus: Orang-orang yang memiliki riwayat kontak langsung dengan penderita TBC aktif, guna mencegah rantai penularan lebih lanjut,” ungkapnya.

Sasaran ke dua  menurutnya,  bagi  penderita penyakit penyerta  meliputi individu dengan Diabetes Melitus dan orang yang hidup dengan HIV, yang memiliki risiko lebih tinggi terinfeksi maupun mengalami progresivitas penyakit yang lebih cepat,  segera di obati untuk memutus  mata rantai penularan penyakit Tuberkulosis .

Untuk  Status Gizi Kutrang, Upen Suhendar memfokuskan perhatian pada mereka yang mengalami kekurangan  Gizi dan berat badan kurang/rendah.

Kegiatan  Skrining Sistem Tuberkulosisi ini  dengan melibatkan tenaga kesehatan Dinkes Kabupaten Ciamis  UPTD Kesehatan dan Puskesmas Panjalu.

Melalui pendekatan yang terstruktur dan menyeluruh ini, diharapkan dapat ditemukan lebih banyak kasus secara dini, sehingga pengobatan dapat segera dimulai. Hal ini tidak hanya bertujuan untuk menyembuhkan pasien

“Tetapi juga sebagai upaya maksimal dalam memutus mata rantai penularan di masyarakat demi mewujudkan lingkungan yang bebas TBC.” tandasnya.

Sementara Kepala Desa Ciomas Devi Yulviana menyambut baik dan mengapresiasi pelaksanaan Program Skrining Sistematis Tuberkulosis dilaksanakan di wilayah Desa Ciomas.

Program ini merupakan langkah sangat strategis dan tepat  mengingat TBC masih menjadi salah satu tantangan kesehatan yang perlu kita tangani bersama-sama. ●Redaksi/Lili

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *