Kasihan Prabowo Subianto Kerap Dibohongi
SELAMA MENJABAT Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto terkesan hendak mengubah dirinya menjadi orang baik dan percaya setiap orang.
Namun dibalik kebaikan dan kepercayaannya malah berbalik menghantam kebaikannya oleh orang-orang kepercayaannya.
Lingkaran yang seharusnya “dikunci” agar tak ada lagi orang-orang datang “menjilat” kemudian bermasalah dan menghacurkan kebaikan Prabowo.
Secara manejerial, pemerintahan yang dipimpin Prabowo Subianto sudah berjalan di rel kebenaran, yakni pemerintahan pro rakyat. Semua untuk rakyat. Bukan kepentingan untuk berlaku rakus.
Entah apa kemudian orang-orang kepercayaanya, justru berbalik tidak pro rakyat tetapi pro “perutsendiri”, memperkaya diri sendiri dengan cara memanfaatkan jabatan yang sudah diberikan Prabowo.
Kemudian membuat kebijakan “sukasuka” dalam aturan yang telah diketatkan pemerintah, lalu mengkordinasikan kepentingannya agar tambahan penghasikan semakin membengkak diluar gajinya.
Contoh kasus Dadan Hidayana, orang kepercayaan Presiden Prabowo Subianto dan mungkin saja Jokowi, tertitip, mencoreng kebijakan Prabowo melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) beranggarkan ratusan triliunan, justru jadi “bancakan” kelompok Dadan Hidayana.
Muncul lagi kasus Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Zilmy Karim dan Wamen Ketenagakerjaan Noel, dan banyak lagi deh, tidak tahu diri, memanfaatkan kebaikan dan kepercayaan Prabowo Subianto.
Mungkin tidak hanya tiga orang itu, tetapi banyak yang bercokol di lingkaran Prabowo, mungkin, juga memanfaatkan kepercayaan Prabowo. Wallahualam!
“Teliti dulu sebelum membeli”, teliti dulu pejabat sebelum diberikan jabatan. Kira-kira begitu pepatah umum, mungkin saja pepatah itu direstui seluruh rakyat Indonesia agar Presiden Prabowo tidak lagi mau dibohongi!. *****
