Menekraf Teuku Riefky Buka Festival Seni dan Bazaar MSI 2026, Perkuat Ekosistem dan Komersialisasi Ekonomi Kreatif
HARIAN PELITA — Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, secara resmi membuka Festival Seni dan Bazaar (FSB) Mitra Seni Indonesia (MSI) 2026 bertema “Harmony Budaya Indonesia” di Graha Jalapuspita, Bendungan Hilir, Jakarta, Selasa (21/7/2026).
Festival berlangsung hingga 23 Juli 2026 menjadi ajang kolaborasi seni budaya Nusantara dengan penguatan sektor ekonomi kreatif melalui keterlibatan pelaku UMKM, komunitas seni, serta berbagai pemangku kepentingan dari seluruh Indonesia.
Teuku Riefky Harsya menegaskan bahwa budaya tidak hanya menjadi warisan bangsa yang harus dilestarikan, tetapi juga merupakan sumber kreativitas yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan mampu menciptakan peluang usaha bagi masyarakat.

“Budaya bukan hanya warisan yang harus dilestarikan, tetapi juga menjadi sumber kreativitas yang mampu menghasilkan nilai tambah ekonomi. Inilah yang menjadi kekuatan ekonomi kreatif Indonesia,” ujar Teuku Riefky.
Festival Seni dan Bazaar MSI 2026 menghadirkan sekitar 90 stan pameran yang menampilkan produk UMKM, kuliner, fesyen, kerajinan tangan, serta beragam pertunjukan seni budaya dari berbagai daerah di Indonesia.
Menekraf memberikan apresiasi kepada Mitra Seni Indonesia atas konsistensinya menghadirkan festival yang tidak sekadar menjadi ruang pamer karya, tetapi juga menyediakan berbagai program capacity building bagi para pelaku seni dan ekonomi kreatif.
“Festival ini menghadirkan berbagai pelatihan bagi anggota MSI maupun pelaku UMKM di bidang fesyen, kuliner, dan kerajinan tangan. Kegiatan ini menjadi akselerator penting bagi pegiat ekonomi kreatif, termasuk di sektor musik tradisional, cerita anak, hingga forum diskusi budaya dan ekonomi kreatif,” katanya.
Menurut Teuku Riefky, Kementerian Ekonomi Kreatif akan terus memperkuat seluruh subsektor ekonomi kreatif dengan fokus utama membangun ekosistem yang sehat dan berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas Mitra Seni Indonesia, Sri Harmoko, mengatakan Festival Seni dan Bazaar MSI merupakan agenda tahunan bertujuan memberikan ruang berekspresi bagi para peserta pelatihan dan anggota MSI agar terus berkarya sekaligus mengembangkan potensi seni yang dimiliki.
Menurutnya, festival ini juga menjadi wadah kolaborasi berbagai komunitas, termasuk pelaku UMKM dan anak-anak berkebutuhan khusus yang memiliki bakat di bidang seni.
Pelaksana Tugas Ketua Umum Mitra Seni Indonesia, Hesti Kresnarini, menjelaskan bahwa FSB MSI 2026 menghadirkan kekayaan seni budaya dari Indonesia Barat, Tengah, hingga Timur melalui berbagai pertunjukan hasil pembinaan MSI.
Tahun ini, festival mengangkat subtema “Rampak Melayu” sebagai simbol persatuan dalam keberagaman budaya Nusantara. ●Redaksi/Satria
