2023-07-08 22:47

Apa Bedanya Mendua dan Selingkuh? || Oleh Endah Sayani

Share

SURVEI menunjukkan bahwa hampir setengah dari pria berselingkuh mengatakan bahwa penyebabnya adalah karena ketidakpuasan emosional dan bukan seks.

Ketika pria tidak merasa terhubung atau dihargai oleh istri mereka, mereka rentan pada godaan wanita lain yang menatap dengan penuh penghargaan.
Apakah ini hanya sebuah alasan klise?

Ketika Anda berada di dalam suatu hubungan, nyatanya ketertarikan tetap merupakan insting alami manusia yang akan tetap ada sampai kapanpun dan tidak dapat dielakkan.

Ini karena ketika kita melihat orang lain, otak akan mulai memproses informasi visual yang kita lihat dan membuat penilaian instan berdasarkan daya tarik seseorang.

Namun jika melewati batas-batas tertentu, memiliki perasaan atau punya pikiran spesial terhadap orang lain di luar hubungan Anda berdua, bisa jadi itu dibilang selingkuh.
Sikap pasangan yang tidak pernah mengapresiasi sesuatu bisa menjadi bom waktu dalam rumahtangga.

Salah satu pasangan mulai merasa tidak berharga dan tidak diapresiasi oleh pasangannya. Imbasnya, dia mencari seseorang yang bisa menganggap dan menghargainya lebih dari pasangan.

Selingkuh hati biasanya dipicu oleh kekurangan serta ketidakpuasan dari pasangan dan masalah kedekatan antara Anda dengan seseorang yang awalnya bisa sebagai teman curhat. Lalu timbullah rasa nyaman dan benih-benih cinta.

Seringnya bertemu, tatap muka sehari-hari atau chatting yang setiap saat, sehingga timbul rasa suka dan nyaman, kedekatan inilah awal mula petaka terjadi.

Lalu apa bedanya mendua dengan selingkuh? My opinion,

Mendua: Hanya Tertanam Dihati, Tidak Ada Sentuhan Fisik, Tidak Ada Yang Tersakiti, Tidak Ada Yang Dirugikan Baik Moril Maupun Materil.

Mendua ini cenderung tak kasat mata. Hanya bisa diamati dengan ciri-cirinya lewat perilaku, sikap, gerak-gerik, atau perasaan masing-masing. Bagi sebelah pihak mungkin harus lebih peka dalam melihat perubahan perilaku.

Dan hal ini dilakukan karena merasa adanya kekosongan hati, merasa hampa karena mungkin sikap tidak perduli dari pasangannya lalu mancari untuk hiburan semata, karena bahagia itu kita yang ciptakan dan rasakan,
Dibenarkan atau tidak, silahkan Anda berkata-kata dengan pendapat Anda sendiri.

Selingkuh: Sebagian Ada yang Tertanam Dihati, Ada Sentuhan Fisik, Ada Banyak yang Tersakiti, Banyak yang Dirugikan Secara Moril Maupun Materil

Contoh, adanya hal-hal erotis lainnya di antara Anda dan selingkuhan.
Selingkuh sebagian orang tidak harus mempunyai perasaan sayang atau cinta satu sama lain. Terlebih pria yang hanya memakai logika dan tidak sanggup untuk berkomitmen dengan alasan ada keluarga, lalu jika ingat keluarga kenapa harus bermain mata? Bukankah segala yang diperbuat memiliki resiko?

Jika takut dengan resiko kenapa harus bermain api, sulit untuk diperdebatkan semua memiliki opini masing-masing, apapun alasannya perselingkuhan tidak dibenarkan, karena ini bentuk pengkhianat yang kejam.

Beda dengan wanita ketika mencintai seseorang dia akan selalu memakai perasaan, ketika perasaan digunakan otomatis logikanya tidak jalan, memang tidak semua begitu, tapi begitulah wanita.

Contohnya saja, pergi “jajan” keluar untuk berhubungan dengan PSK pun sudah terhitung sebagai selingkuh. Dan ini sangat menyakitkan bagi pasangan Anda, Ada yang sah dirumah kenapa harus cari yang diluar tanpa ada ikatan sah.

Sulit memang menganalisis logika laki-laki yang yang mengedepankan ego, merasa superior, merasa sebagai laki-laki yang mampu menghidupi keluarga, mereka lupa padahal itu adalah sebuah kewajiban bagi seorang kepala rumahtangga.

▪︎Dengan Alasan Tidak Bahagia

Tidak bahagia bisa membuat pasangan selingkuh. Mungkin apa yang pasangan inginkan berkaitan dengan kebahagiaan tidak didapatkan dalam rumah tangga.
Selain tidak merasa bahagia, rasa tidak puas bisa menjadi penyebab istri atau suami selingkuh.

Tidak puas dan tidak bahagia bisa datang dari emosional dan seksual.
Sexless marriage atau pernikahan tanpa seks bisa menjadi salah satu penyebab seseorang melakukan perselingkuhan

Sebetulnya ini hanya alasan klise yang seharusnya bisa dibicarakan baik-baik, kita harus menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna.

▪︎Merasa Tidak Dihargai

Sikap pasangan yang tidak pernah mengapresiasi sesuatu bisa menjadi bom waktu dalam rumahtangga. Salah satu pasangan mulai merasa tidak berharga dan tidak diapresiasi oleh pasangannya. Imbasnya, dia akan mencari seseorang yang bisa menganggap dan menghargainya lebih dari pasangan. Disinilah letak pendewasaan diri masing-masing, ilmu agama atau akademis.

Jika keduanya memahami tentang ilmu agama dan tahu etika yang didapat dari ilmu akademis dan pergaulan dengan orang-orang yang membawa kita kejalan kebaikan, semua tidak akan pernah terjadi.

▪︎Balas Dendam dan Perubahan Fisik

Balas dendam menjadi salah satu penyebab suami atau istri selingkuh. Salah satu pasangan melakukan perselingkuhan terlebih dahulu, kemudian pasangan yang lain ingin balas dendam dengan ikutan berselingkuh. Ini sudah terjadi dari zaman purba sampai kini era milenial.

Mengapa bisa terjadi? Karena penghianatan sesuatu hal yang sangat menyakitkan, wajar saja balas dendam akan timbul, karena sakit hati terdalam akan membuat seseorang gelap mata. Terlebih dia kurang iman maka emosilah yang dikedepankan.

Perubahan fisik juga menjadi alasan seseorang selingkuh. Wanita yang mengalami perubahan fisik setelah melahirkan terkadang membuat suami selingkuh. Mereka menganggap istri sudah tidak semenarik sebelum melahirkan, kemudian berselingkuh.

Egoisme laki-laki akan timbul disini, mereka lupa bahwa isterinya melahirkan anak-anaknya yang mereka tunggu dan tujuan mereka menikah memiliki keturunan.
Tapi, itulah pria tidak akan pernah sadar akan hal demikian ketika ego meliputi jiwa tanpa agama.

Seorang istri yang mencari affair, karena suaminya sudah tua atau dengan alasan ekonomi. Ini timbul karena ketidakmampuan laki-laki dalam menjalankan tugasnya sebagai suami, penuhi hak dan kewajiban istri, maka istripun akan patuh pada perintah suaminya.

Bukankah suami itu seorang imam? Perilaku isteri tergantung didikanmu para suami, sikap isteri tergantung caramu memperlakukannya.

Dikutip dari seorang motivator terkenal,
“Wanita tidak pernah salah, jika bersalah Andalah penyebabnya”.

Itulah uraian dari bedanya mendua dan selingkuh, jika Anda mengalaminya semoga bisa menyadari hal tersebut tidak baik, apapun alasannya.

Semoga menginspirasi

●editor: Agatha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *