2024-05-09 3:13

Sempat Bodoh Karena Bucin || Oleh Endah Sayani

Share

JIKA ingat masa lalu, hati kecil selalu berkata ‘betapa bodohnya aku’ dulu pernah mencintai seseorang yang salah. Saking cintanya sampai tidak bisa membedakan tulus atau modus?

Jelas-jelas dia manipulatif, playing victim tetap saja mencinta. Padahal orang-orang terdekat selalu mengingatkan dia itu nggak baik, hanya mau ambil keuntungan saja, kok masih saja dicintai, masih saja mau?! Orang seperti itu tidak pantas mendapatkan cinta dari seseorang yang tulus.

Kamu pernah punya pengalaman seperti ini?
Pasti kebanyakan dari kita pernah mengalami fase seperti ini.
Inilah yang disebut bucin atau budak cinta, buta karena cinta tak pakai logika, miris ya?

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), bucin ini tidak ada artinya sehingga hanya dikategorikan sebagai bahasa prokem atau istilah gaul. Di masyarakat umum, tindakan para bucin seringkali tidak masuk akal karena ia mau melakukan apa pun demi orang yang dicintai, mulai dari mengorbankan harta hingga perasaan dirinya sendiri.

Menjadi budak cinta saat masa pacaran baru berjalan kurang dari setengah tahun. Namun, kamu juga bisa menjadi bucin ketika jatuh cinta pada seseorang, meski belum berstatus saling memiliki.

Dari kacamata psikologis saat menjadi bucin, kamu tidak lagi dapat melihat seseorang dari kacamata yang logis sehingga kamu menganggapnya sebagai orang yang sempurna dan berhak mendapatkan semua keinginannya.

Bucin artinya seseorang yang sedang mengidealisasi orang lain secara sadar maupun tidak. Idealisasi ditandai dengan seseorang yang mencintai orang lain dengan segenap jiwa dan raganya. Ia akan rela berkorban, sekalipun orang yang dicintainya memilih orang lain.

Kondisi psikologis seperti ini nyaris terjadi pada semua orang, terutama anak muda, ketika ia masih berada di fase awal jatuh cinta. Saat itu, kita sedang senang-senangnya mengeksplorasi sisi positif dari orang yang kita cintai, serta melihat kekurangannya sebagai hal yang lucu dan menggemaskan.

Otak manusia memang diprogram untuk jatuh cinta. Ketika kamu jatuh cinta, hormon dopamin diproduksi secara masif di dalam otak sehingga cinta akan terasa candu seperti kokain. Tak heran ketika seseorang jatuh cinta hingga menjadi bucin, semua hal yang dilakukannya akan terasa menyenangkan dan menciptakan kepuasan tersendiri di dalam otak.

Tingkat keparahan seseorang menjadi bucin ditentukan oleh kondisi psikologisnya. Semakin rendah harga diri, keadaan mental, serta emosionalnya, semakin besar kemungkinan orang tersebut menjadi bucin. Tapi itulah urusan hati, kadang sulit dikendalikan, dinasehati sekuat apapun kita yang menasehati nggak akan pernah didengar dan akan selalu ada perlawanan untuk pembenaran dari yang bucin.

Dan inilah efek negatif dari kebucinan;

Mendapat kritik dari lingkungan, orang lain dengan logika yang masih berjalan pasti melihat tindakan para bucin sebagai hal yang tidak masuk akal. Tidak heran bila bucin sering dikritik, bahkan dirundung, karena tindakannya tersebut, kritikan tersebut biasanya juga tidak didengar karena perasaan yang dirasakan bucin sangat kuat hingga menutup akal sehatnya.

Saat kamu memiliki impian dalam hidup akan sulit untuk mencapai tujuan
Target-target tertentu yang ingin kamu raih bisa terlupakan akibat kamu terlalu fokus kepada percintaan yang belum tentu menghasilkan sesuatu yang positif.

Seseorang yang bucin selalu bisa mencari alasan pembenaran atas keinginan yang diminta oleh orang yang dicintainya. Ia tidak sadar bahwa hal itu akan melukai psikologisnya

Untuk mengakhiri predikat bucin kamu harus meluangkan waktu untuk mengevaluasi diri dan kenali orang yang kamu cintai dengan seksama. Kamu harus tegas ungkapkan perasaanmu pada pasanganmu sehingga kamu memiliki ekspektasi yang nyata tentang hubungan dengannya. Dan disini kamu akan tahu seperti apa dia sebenarnya, bagaimana perasaan dia sesungguhnya?

Jika dia marah dan mengancam untuk mengakhiri hubungan denganmu itu sudah dipastikan pasanganmu punya predikat si manipulatif dan playing victim.

Maka, diperlukan kehati-hatian dalam menjalin hubungan dengan seseorang, terlebih orang yang baru kita kenal sebelum terlanjur.*****

Semoga menjadi inspirasi!

Editor: Agatha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *