2026-07-15 17:19

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kembangkan Program Ayam Petelur dan Puyuh Pola Mitra dengan BUMD

Share

HARIAN PELITA — Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lombok Timur tahun ini akan membangun kandang ayam petelur di wilayah Kecamatan Aikmel dengan kapasitas 5.000 ekor ayam, disertai fasilitas untuk 5.000 ekor puyuh.

Proyek dibiayai lewat APBD 2 ini akan dilaksanakan bekerja sama dengan PD Agro Selaparang menggunakan skema bagi hasil.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan  Hewan Lotim H Mashur menjelaskan bahwa pengerjaan akan dimulai segera setelah desain gambar selesai disusun oleh konsultan pengawas.

“Insya Allah kita akan bergerak pada awal Oktober ini setelah desain rampung,” ujar Mashur, Rabu, (15/7/2026).

Menurut Mashur, target pembangunan  kandang  ayam ditetapkan pada bulan September, minimal pada pertengahan atau akhir bulan tersebut. Kebutuhan anggaran untuk pembangunan kandang beserta pengadaan ayam, pakan, dan obat-obatan mencapai Rp1,5 miliar. Dana tersebut juga mencakup pembangunan dua bangunan lokal satu untuk ayam petelur dan satu untuk puyuh.

Ia menambahkan, pekerjaan pembangunan dan operasional kandang akan dikerjasamakan dengan PD. Agro Selaparang. Perusahaan mitra akan bertanggung jawab atas rekrutmen tenaga kerja, penjagaan, serta pengelolaan harian, sementara pengawasan tetap dilakukan oleh Dinas Peternakan.

“Pekerjaan ini akan diawasi ketat oleh pihak dinas. Setelah operasional berjalan dan utilitas terpantau, nantinya pengelolaan bisa diserahkan sepenuhnya kepada mitra,” kata Mashur.

Program ini lanjut dia.  bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan sektor peternakan lokal sekaligus menekan inflasi harga pangan melalui ketersediaan telur yang lebih stabil. Selain memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat, proyek diharapkan membuka cabang usaha baru dan menyerap tenaga kerja lokal.

Selain pembangunan kandang ayam, dilokasi tersebut rencananya akan dibangun  greenhouse di area yang berdampingan. Kotoran ayam petelur diagendakan dimanfaatkan sebagai bahan baku pupuk atau media dalam sistem greenhouse, sehingga tercipta nilai tambah dan pengelolaan limbah yang lebih ramah lingkungan.

Mashur berharap produksi telur dapat dimulai pada akhir tahun. “Targetnya Desember atau akhir Desember sudah mulai produksi  setelah umur ayam mencapai sekitar 16 minggu biasanya sudah mulai bertelur,” ujarnya.

Jika berjalan sesuai rencana, masyarakat dapat segera merasakan manfaat ketersediaan telur dari produksi lokal.

Program ini merupakan salah satu upaya pemerintah Kabupaten Lombok Timur untuk mendorong kemandirian pangan, menciptakan lapangan kerja, dan mendukung inovasi sektor agro.

Dinas Peternakan akan terus melakukan pengawasan sampai tahap serah terima pengelolaan kepada mitra. ●Redaksi/LR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *