Kegiatan Pekerjaan Galian Pipa di Rawa Jati Jaksel Resahkan Masyarakat, Jalan Dibiarkan Kotor, Wali Kota “Tidur”
HARIAN PELITA —- Kegiatan penggalian jaringan pipa di Jalan Rawajati Barat, Kecamatan Pancoran Jakarta Selatan diduga mengabaikan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Terlihat di lokasi proyek pekerjaan melakukan aktivitas pada malam hari pukul 19.00 WIB. Termasuk pekerja yang hanya mengandalkan tenaganya tanpa alat pelindung keselamatan.
Seperti Alat Pelindung Diri (APD) yang memadai, dan mengabaikan keselamatan kerja. Hingga pekerjaan proyek jaringan pipa memicu kemacetan dan mengganggu aktivitas masyarakat sekitar.
Galian pipa yang tidak di ketahui dari sumber dana anggarannya, karena tidak terlihat papan informasi sekitar proyek. Bahkan galian tanah juga berserakan.
Wali Kota Jakarta Selatan dan jajarannya seolah mengabaikan pekerjaan proyek itu yang sangat merugikan masyarakat akibat pekerjaan yang brutal.
“Masa Pak Wali Kota dan jajaranya tak peduli adanya keresahan masyarakat disana. Pekerjaan proyek perbaikan pipa itu sudah lama berlangsung. Seko juga hanya tidur di kantornya,” tegas Tampubolong sehari-hari melewati jalan tersebut.
Diceritakan Tampubolong bahwa di sepanjang galian di depan permukiman masyarakat, tanah tersebut berserakan dan sangat mengganggu pengendara serta warga.
Bahkan tanah galian yang mengotori ruas jalan tersebut tidak sedikit masuk ke saluran drainse, sehingga menyumbat aliran air.
“Saya berharap ke pihak pelaksana kegiatan boleh melakukan galian tapi jangan sampai ganggu aktivitas masyarakat yang sehari-hari melintas di jalan ini,” tukasnya, Minggu (10/5/2026).
Anehnya lagi para pekerja tak memakai helem proyek, rompi pelindung, sepatu boots dapat memicu kecelakaan para pekerja.
Masyarakat di sana mendesak Wali Kota dan Seko Jakarta Selatan menegur pelaksana proyek yang bekerja amburadul di sana. “Wali Kota dan Seko Muhlisin mungkin hanya asyik dengan acara seremonial,” tutur warga bernama Shinto. ●Redaksi/Geng/02
