2026-05-14 18:12

Wagub Rano Karno Ciptakan Kolaborasi Seni Publik melalui Leadership Exchange Programme di Milan

Share

HARIAN PELITA — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus memperkuat langkah menuju kota global melalui kolaborasi budaya internasional bersama Kota Milan, Italia.

Kolaborasi itu diwujudkan melalui Leadership Exchange Programme Jakarta–Milan yang difasilitasi oleh World Cities Culture Forum.

Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Rano Karno menghadiri pelaksanaan Leadership Exchange Programme Jakarta–Milan berlangsung di Museo delle Culture atau MUDEC, Milan pada 9–16 Mei 2026.

Program ini menjadi ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara Jakarta dan Milan dalam pengembangan kebijakan budaya, seni publik, serta aktivasi ruang kota.

Kegiatan dihadiri Isabella Valentini (World Cities Culture Forum) Marina Pugliese, perwakilan Pemerintah Kota Milan serta delegasi dan komunitas budaya dari Jakarta dan Milan.

Adapun delegasi Jakarta didampingi Muhammad Aidil Usman dari Komite Seni Rupa Dewan Kesenian Jakarta Mochammad Shabar Untung selaku Ketua Jakarta Mural Community, serta Lambertus Berto Tukan dari Tim Kurator Jakarta 500 sekaligus Gudskul.

Leadership Exchange Programme merupakan program pertukaran antarkota dunia dalam jejaring World Cities Culture Forum yang bertujuan mendorong pembelajaran langsung dan penguatan implementasi kebijakan budaya antarkota global.

Tahun ini, Jakarta menjadi salah satu dari 19 kota dunia yang terpilih dalam program tersebut dengan mengangkat tema “Public Art and Co-Creation”.

Melalui tema tersebut, Jakarta dan Milan mendorong pengembangan seni publik berbasis komunitas melalui kolaborasi antara pemerintah, institusi budaya, komunitas kreatif, seniman, dan masyarakat.

Delegasi Jakarta juga mempelajari berbagai praktik baik Kota Milan dalam pengelolaan museum, seni publik, serta aktivasi ruang kota yang menjadikan budaya sebagai bagian hidup dari keseharian masyarakat.

Wagub Rano menyampaikan, Jakarta ingin belajar dari kota-kota dunia yang berhasil menjadikan seni dan budaya sebagai bagian penting dalam kehidupan kota.

“Jakarta ingin menghadirkan ruang publik yang hidup melalui seni dan budaya, sekaligus membuka ruang kolaborasi kreatif bagi masyarakat dan seniman Jakarta. Kota global bukan hanya soal gedung tinggi dan infrastruktur modern, tetapi juga tentang bagaimana masyarakatnya memiliki ruang untuk berekspresi, berinteraksi, dan merasa bangga terhadap identitas kotanya,” ujarnya.

Selain pertukaran pengetahuan dan pengalaman antarkota, program ini juga membuka peluang pengembangan proyek instalasi seni publik di Jakarta. Proyek tersebut direncanakan melibatkan seniman lokal Jakarta bersama mitra dan praktisi budaya dari Milan sehingga karya yang dihasilkan lahir dari proses kolaborasi, dialog, dan pertukaran gagasan antarkomunitas.

Ke depan, seniman dan praktisi budaya dari Milan direncanakan hadir di Jakarta dalam rangkaian Leadership Exchange Programme Jakarta pada 18–24 Juli 2026. Kehadiran mereka akan diisi dengan kegiatan lokakarya, pertukaran pengetahuan, serta pengembangan karya instalasi seni publik bersama seniman Jakarta.

Pemprov DKI Jakarta memandang seni publik bukan sekadar elemen estetika kota, melainkan bagian penting dalam membangun ruang interaksi masyarakat, memperkuat identitas budaya kota, meningkatkan daya tarik wisata, serta mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif Jakarta.

Kehadiran karya seni di ruang publik diyakini dapat membuat kota terasa lebih hidup, humanis, dan dekat dengan warganya. ●Redaksi/Day

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *