Firdaus Turmudzi: Korupsi Dana Pengelolaan Darah di PMI Wajib Diawasi Ketat Rawan di Korupsi
HARIAN PELITA — Dosen Universitas Frof Dr Hamka DR Firdaus Turmudzi M.Hum menyoroti dugaan rawan korupsi di tubuh PMI, seperti terjadi di PMI Lombok Barat mencuat dugaan korupsi pengelolaan dana darah.
Menurut Firdaus Turmudzi, lulusan Jurusan Filsafat Unuversitas Indonesia, jangan fokus di peristiwa PMI Lombok Barat, kasus tersebut juga harus dicermati bisa terjadi di tubuh PMI seluruh Indonesia.
“Kita jangan hanya fokus peristiwa terjadi di PMI Lombok Barat, tetapi kita juga harus mencurigai permainan korupsi dana darah di seluruh Indonesia. Bisa saja terjadi itu,” tegas Firdaus Turmudzi, Rabu (6/5/2026) kepada HarianPelita.id.
Dikatakannya, kekhawatiran kasus dugaan korupsi dana darah di daerah-daerah akan menjadi trend karena pengawasan di tubuh PMI terbilang masih kurang ketat.
“Jadi perlu pengawasan ketat di tubuh PMI dalam hal penggunaan wewenang, karena lemahnya sistem pengelolaan dan penyalah gunaan dana di tubuh PMI,” tegas Firdaus Turmudzi.
Ditegaskannya, pihak berwenang wajib turun menyelidiki dugaan korupsi itu untuk meyakinkan adanya tindakan penyalahgunaan dana di tubuh PMI.
Ditegaskannya, kegiatan di tubuh PMI saat ini tanpa kontrol ketat sehingga bisa saja terjadi dugaan korupsi di tubuh PMI se-Indonesia.
Firdaus pun mendesak Kejaksaan ikut meneliti lagi kerawanan korupsi penggunaan dana darah di tubuh PMI, agar dana darah itu benar-benar digunakan untuk kepentingan masyarakat. ●Redaksi/ES
