2023-12-14 16:25

Rindu Tapi Dendam Hubungan Complicated || Oleh Endah Sayani

Share

RINDU tapi dendam sebuah kata yang sangat complicated. Sangat menyenangkan memang saat wanita menemukan pria idaman yang mampu membuatnya nyaman, saat menjalani hubungan baru semua akan terasa indah sehingga banyak hal penting dikesampingkan, kamu merasa yakin bahwa dia pria the best karena perilakunya baik dan wajah yang tampan.

Sering kita tak sadar bahwa hubungan ini tidak menuju serius, memang sulit mengenali apakah ini hubungan serius atau complicated

Kita harus pandai menilai dengan logika bukan dengan perasaan, hanya saja bagi kaum hawa lebih banyak pakai perasaan karena perempuan hanya 1% logikanya 99% emosi. Maka dari itu banyak perempuan yang terperosok masuk di tempat dan orang yang salah.

Banyak laki-laki yang suka memanfaatkan kelemahan perempuan demi keuntungan pribadinya. Sering kita temui laki-laki kejam yang menginginkan kesenangan sesaat, meskipun tidak semua laki-laki begitu, masih ada di luaran sana laki-laki baik dan memperlakukan wanita sebagai ratu.

Berada dalam hubungan complicated yang rasanya panas dingin. Mau disudahi tapi setengah hati berkata jangan. Mau bertahan tapi rasanya seperti kehabisan harapan, karena sudah merasa lelah dengan keadaan

Mari kita bahas kategorikan sebagai complicated relationship

Ada banyak hal yang membuat hubungan menjadi complicated, hubungan yang timpang, perselingkuhan, dan hubungan tanpa status. Shall we?

Hubungan yang timpang penyebabnya adalah adanya ketidaksetaraan. Yang satu merasa lebih banyak memberikan usaha dan energi untuk membina hubungan dari yang lainnya. Kita pasti enggak mau berlama-lama ada dalam status yang seperti ini, maka harus segera dibicarakan.

Saat hubunganmu dibumbui dengan perselingkuhan maka ini akan menjadi polemik yang berkepanjangan, it’s real complicated semuanya campur aduk ada rasa marah, sayang, rindu dan dendam. Rasa dendam akan menjadi duri dalam daging, tetap saling membutuhkan tapi menyimpan kebencian, bersama tapi tidak ada keharmonisan.

Begitu pula dengan rasa sayang itu bukan hanya diucapkan dengan lisan tapi harus dibuktikan dengan perbuatan misal rasa sayang itu dibuktikan dengan romantic dinner dan menjaga dari segala tingkah laku kita sebagai pasangan yang sudah memiliki komitmen.

Komunikasi adalah kunci dari segala hubungan alangkah baiknya bicarakan tentang harapan dan keinginanmu dalam menjalin hubungan ini mau dibawa kemana arahnya sampaikan dari sudut pandangmu. Bukan berarti arogan, tapi kamu memang perlu menyampaikan apa yang ada dalam pikiran dan perasaanmu.

Hubungan tanpa status, hubungan yang tidak jelas arahnya, entah itu friends with benefit (FWB). Tahukah kamu, sebuah survey di Amerika menunjukkan bahwa kebanyakan dari hubungan serupa tidak berlanjut ke jenjang yang lebih serius?

Hubungan tanpa status sebenarnya kalimat bernada netral awalnya hanya untuk seru-seruan candaan mengisi kekosongan karena hubungan ini memang tidak ada niat serius dari para pelaku, hanya ingin mengisi hari-hari saat kesepian tapi akhirnya menjadi baper.

Ada rasa, ada logika, harus ada tawar menawar antara hati dan isi kepala walau bertentangan, begitu rumit memang berdamai dengan diri sendiri.

Karena nantinya akan ada dalam fase membenci diri sendiri, merindukan orang yang pernah singgah dalam hati tapi timbul rasa dendam. Disatu sisi masih mengharapkan ada kesempatan untuk kembali bersama karena masih memiliki rasa.

Coba sekarang kita renungkan lagi, apakah memang ini hubungan yang diinginkan? Jika memang iya, maka kamu menemukan pasangan yang satu frekuensi, berarti tidak ada masalah. Namun jika salah satu dari kalian memiliki ekspektasi yang berbeda, tentu harus dibicarakan.

Berbicaralah dengan asertif dan realistis. Sekalipun ada kenangan masa lalu atau harapan yang lain, tapi yang perlu kalian bicarakan adalah tentang hari ini. Usahakan untuk menyingkirkan kenangan dan harapan dulu Hadirkan dengan utuh pada kondisi saat ini.

Kunci dari komunikasi adalah suara dan mata kita. Maka berikan kontak mata yang baik dan wajar, imbangi dengan artikulasi dan intonasi yang mudah dimengerti oleh pasanganmu agar mudah dipahami dan mendapat solusi.***

Semoga menginspirasi

Editor: Agatha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *