2026-06-28 16:42

GPI dan Elemen Pemuda, Mahasiswa,  Pelajar Deklarasikan Maklumat dan Resolusi Bersama

Share

HARIAN PELITA — Aula Gedung Pemuda KNPI Rawamangun menjadi saksi bersatunya komitmen generasi muda dalam mengawal arah bangsa.

Gerakan Pemuda Islam (GPI) bersama aliansi elemen pemuda, mahasiswa dan pelajar Indonesia bersatu dalam satu suara.

Diskusi Publik digelar dengan tajuk “Jalan Ninja Kaum Intelektual: Mengawal Pemerintah Melalui Kritik Terukur Tanpa Pusaran Konflik”.

Menghadirkan tiga orang
narasumber, Ketua Umum PP GPI, Khoirul Amin dan senior aktivis Jakarta, Khairullah T, serta Talimuddin Rumaratu.
Diskusi yang berjalan interaktif ini melahirkan sebuah pernyataan sikap tegas yang dituangkan dalam dokumen “Maklumat dan Resolusi Bersama”.

Pembacaan maklumat tersebut dilakukan
secara bergantian oleh para perwakilan masing-masing elemen yang hadir sebagai simbol soliditas kaum muda Indonesia.

“Kami menegaskan, bahwa narasi “Indonesia Bangkrut” merupakan lompatan konklusi keliru yang tidak berdasar pada indikator ekonomi riil dan hanya menjadi retorika politik jalanan,” tegas Fery Dermawan selaku Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam, membaca Maklumat dan Resolusi Bersama. Sabtu (27/06/2026).

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan I tahun 2026 tumbuh positif sebesar 5,61% (salah satu yang terbaik di G20 dan ASEAN), daya beli masyarakat terjaga, serta cadangan beras Bulog menembus rekor 5,3 juta ton pada pertengahan 2026,” lanjutnya.

Sementara itu M Zaeni Warat mewakili elemen pemuda menyampaikan dukungan penuh terhadap perbaikan dan tata kelola di Badan Gizi Nasional (BGN).

Selain itu, Zaeni juga menyatakan dukungannya terhadap disentralisasi ekonomi melalui Koperasi Desa Merah Putih.

“Polemik dugaan kebocoran anggaran di Badan Gizi Nasional (BGN) bukan sebagai bukti kelemahan sistem, melainkan bukti berfungsinya sistem deteksi dini dan penegakan hukum. Evaluasi dan penindakan hukum harus tetap berjalan, namun hak gizi bagi 43 juta anak sekolah
tidak boleh dihentikan,” pinta M Zaeni Warat.

“Kami juga mendukung penuh logika berdikari melalui Koperasi Desa Merah Putih agar sirkulasi modal bergerak nyata di tingkat kelurahan/desa demi pertumbuhan yang tidak Jawasentris,” tandas M Zaeni Warat selaku perwakilan elemen pemuda.

Tidak kalah lantang dalam membacakan Maklumat dan Resolusi Bersama. Zhiyah Aulia selaku perwakilan dari elemen pelajar menyampaikan, bahwa tuntutan agar Presiden Prabowo Subianto
mundur di tengah jalan adalah Inkonstitusional.

Kami menilai, tuntutan agar Presiden Prabowo Subianto mundur di tengah jalan tanpa alasan yuridis adalah tindakan yang terlalu prematur, tidak proporsional, serta berpotensi mencederai konstitusi yang sah,” cetus perwakilan pelajar tersebut.

Ia juga menjelaskan, bahwa konteks historis saat ini dengan tahun 1998 sangat jauh berbeda. Untuk itu, Zhiyah Aulia menyatakan menolak tegas narasi provokasi yang berkembang di public saat ini tentang “Reformasi Jilid II”. ●Redaksi/Rls06

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *